2.5 C
New York
28/01/2021
Aktual Kesra Nasional

PHI ke-92: Refleksi Perjuangan Perempuan, Gelorakan Kesetaraan

Peringatan Hari Ibu bertema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”, momentum untuk merefleksikan perjuangan perempuan, baik di masa dulu, masa kini, dan nanti. Kesetaraan pun patut digelorakan. Sebagai sosok yang berdaya dan tangguh, kaum perempuan telah menjadi sumber kekuatan bangsa.

JAKARTA (Pos Sore) — Sejak dahulu kaum perempuan turut berjuang dalam upaya merebut, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan dan membangun peradaban masyarakat Indonesia maupun dunia. Hal itulah yang menjadi alasan kuat Peringatan Hari Ibu (PHI) di Indonesia yang diperingati setiap 22 Desember.

“Peringatan Hari Ibu yang kita rayakan hari ini adalah momentum bagi kita semua untuk merefleksikan semangat perjuangan para perempuan di masa lalu. Perempuan selalu hadir dan berperan aktif, serta berjuang dalam berbagai peristiwa besar di Indonesia. Keberhasilan perempuan dalam mendukung kemajuan bangsa sangat nyata terlihat, bahkan sebelum Indonesia meraih kemerdekaan,” ujar Ibu Wakil Negara Republik Indonesia, Wury Ma’ruf Amin pada acara Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) yang ke-92 Tahun 2020 yang diselenggarakan secara virtual.

Sejak dahulu kaum perempuan bahu-membahu bersama dengan kaum laki-laki untuk membawa bangsa Indonesia menuju pintu kemerdekaannya. Dipilihnya tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu bukan tanpa alasan. Hal tersebut mengacu pada hari pertama Kongres Perempuan Indonesia I, yaitu 22 Desember 1928. Kongres tersebut menjadi tonggak kaum perempuan untuk kembali mengukuhkan semangat dan tekad bersama dalam mendorong kemerdekaan Indonesia.

Saat Indonesia mengalami krisis moneter yang berat di tahun 1998, para perempuan menunjukan kepahlawanannya khususnya dalam sektor ekonomi, melalui perempuan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berhasil memulihkan ekonomi bangsa.

Untuk itu, Wury berpesan agar semangat gerakan pemberdayaan perempuan di Indonesia harus bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan perempuan pada khususnya, dan bangsa Indonesia pada umunya. Wury juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat menyatukan persepsi bahwa sudah bukan saatnya perempuan tertinggal dari laki-laki.

Melalui rangkaian PHI Ke-92, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga juga ingin kembali menggelorakan semangat kesetaraan gender, perjuangan, dan potensi perempuan-perempuan Indonesia agar menjadi inspirasi bangsa menuju Indonesia maju.

“Saya tidak lelah selalu mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menggelorakan semangat kesetaraan di manapun kita berada. bagi Saudara-Saudaraku, para perempuan di seluruh Indonesia, tanamkanlah dalam diri dan pemikiran, bahwa kalian adalah sosok yang kuat, tangguh, dan berdaya.

Sosok yang berani bermimpi dan mampu mewujudkannya. Abaikan mereka yang berkata sebaliknya, karena sejarah telah membuktikan begitu banyaknya kiprah dan sumbangsih perempuan bagi nusa dan bangsa,” ujar Menteri Bintang saat menyapa seluruh perempuan di Indonesia.

Menteri Bintang meyakinkan bahwa perempuan memiliki kualitas yang berharga, terutama dalam sulitnya situasi pandemi Covid-19 ini, perempuan adalah penjaga keluarga. Karena itu, perempuan sebagai ibu, istri, maupun dirinya sendiri adalah sosok yang mulia. Sayangnya, kekuatan-kekuatan perempuan ini jarang mendapat perhatian. Padahal, dengan jumlahnya yang mengisi hampir setengah dari populasi Indonesia, perempuan merupakan sumber kekuatan bangsa.

Dalam kesempatan ini Menteri Bintang memberikan apresiasi kepada para perempuan inspiratif, di antaranya Puan Maharani, Sri Mulyani, Retno Marsudi, Ida Fauziyah, Siti Nurbaya Bakar, Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini, dan Mooryati Soedibyo.

Sebagai salah satu perempuan inspiratif versi Kemen PPPA, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan perempuan hebat melahirkan generasi hebat.

“Selamat Hari Ibu Ke-92. Ibu saya adalah seorang pendidik. Beliau memberikan kepercayaan diri kepada anak-anaknya, bahwa anak laki-laki dan perempuan memiliki potensi, masa depan, dan kesempatan yang sama. Perempuan yang terus melakukan upaya untuk meningkatkan pendidikannya memberikan dampak yang luar biasa bagi anak-anaknya dan bagi masyarakat, bahkan bangsa,” katanya.

Jadilah, para perempuan yang mampu memberikan contoh, bahwa sebagai perempuan kita tidak kenal menyerah, memiliki cita-cita yang sama, memiliki niat yang mulia untuk berkontribusi secara maksimal, dan teruslah mendidik putra dan putri anda untuk menjadi generasi yang memahami keadilan gender, pesannya.

Menteri Bintang juga mengapresiasi perempuan inisiator dari berbagai provinsi, di antaranya Nurmawalati dari Aceh (Pendiri Taman Baca “Seribu Bintang”), Herlita Jayadianti dari DIY (Pendiri Sekolah Gajahwong), Ni Made Laba Dwikarini dari Bali (Pendiri Yayasan “Bali Kumara”).

Bintang juga memberikan apresiasi kepada Masriyah dari Kalimantan Selatan (Pendiri Sekolah Beriman), Testi Tapat dari Kalimantan Timur (Pelopor Bank Sampah Ramah Lingkungan (RAMLI), Empriani Maria Ina Magi dari Nusa Tenggara Timur (Pendiri Sekolah Alam Dyatame).

Mereka telah menjadi bukti bahwa perempuan, dari manapun berada, entah dari kota, desa, maupun pelosok terdalam Indonesia, dan dari latar belakang apapun juga dapat bermimpi dan mewujudkannya melalui kerja keras dan sikap pantang menyerah. Berkat perjuangan, upaya, dan langkah yang mereka gagas, akhirnya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar dan mengubah hidup orang lain menjadi lebih baik.

“Mari perempuan Indonesia tunjukan ide-ide, pemikiran, dan kreatifitas sebagai senjata pamungkas untuk menghadapi segala tantangan. Selamat Hari Ibu. Perempuan Berdaya, Indonesia Maju,” tutup Menteri Bintang.

Meskipun dilakukan secara virtual, tanpa mengurangi makna Hari Ibu, acara Puncak PHI kali ini juga menampilkan tarian daerah, pembacaan puisi, penampilan dari penyanyi dan influencer cilik, Shanna Shannon, serta virtual fashion show busana karya perancang busana Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo, mengatakan, Peringatan Hari Ibu ke-92, menandai Hari Ulang Tahun Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang juga ke-92.

PHI dimaksudkan untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda, akan makna hari ibu sebagai hari kebangkitan, serta persatuan dan kesatuan perjuangan kaum perempuan, yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa pada upaya kemerdekaan bangsa.

Giwo menyampaikan, peringatan Hari Ibu 2020 bertujuan untuk mengembalikan makna Hari Ibu pada makna pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang menjadi tonggak sejarah bagi kesatuan pergerakan perempuan di Indonesia.

Perempuan merupakan sumberdaya potensial yang harus dipersiapkan sehingga dapat meneruskan amanat mengemban peran sebagai Ibu Bangsa dan mewarisi semangat perjuangan kepada generasi muda.

“Jadilah Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa yang dapat menyiapkan Generasi Penerus yang inovatif, kreatif, berdaya saing dan berakhlak mulia. Perempuan Berdaya, Indonesia Maju,” tegasnya. (tety)

Related posts

Rokok ‘Membunuh’ Manusia

Tety Polmasari

TIDAK ADA UPAYA YANG TERLAMBAT

Tety Polmasari

How To Start A Work at home Affiliate Organization On The Internet

Tety Polmasari

Leave a Comment