2.5 C
New York
27/01/2021
Aktual Ekonomi

Menyongsong KIT, Bupati Batang Siapkan Wilayahnya Sebagai Daerah Tertib Ukur

POSSORE – Pemerintah Daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah saat ini tengah mempersiapkan peningkatan peran Unit Metrologi Lokal dalam rangka menyongsong hadirnya Kawasan Industri Terpadu  (KIT).

Hal tersebut diungkapkan Bupati Batang, Dr. H. Wihaji, pada kegiatan Talkshows “Metrologi Legal Menyongsong Terwujudnya Kawasan Industri Terpadu Batang” Kamis (7/1). Peningkatan peran Metrologi Lokal ini kata Wihaji dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kemetrologian dalam hal pengukuran, penakaran, dan penimbangan hingga terwujud ketepatan hasil pengukuran.

Orang nomor satu di Kabupaten Batang itu mengungkapkan saat ini di Indonesia ada 118 kawasan industri, dan Kawasan Industri Terpatu (KIT) Batang akan menjadi kawasan industri ke 119. Keberadaan KIT Batang merupakan tantangan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Batang untuk melakukan perubahan-perubahan yang dapat  memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Kabupaten Batang.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Batang tengah berkonsentrasi dalam mendorong bagaimana ukuran, takaran, dan timbangan menjadi hal yang penting sehingga tidak hanya memberikan perlindungan kepada masyarakat tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian Kabupaten Batang.” tutur Wihaji.

Dikatakan, ketepaan alat ukur akan membuat keterpaduan antara pemangku kepentingan di Kabupaten Batang dalam rangka mendukung KIT Batang serta mendorong munculnya kepercayaan masyarakat dan juga pelaku usaha. Bupati Batang menambahkan bahwa Pemerintah Daerah memiliki komitmen untuk membangun hal tersebut.

Direktur Metrologi Dr Rusmin Amin memperkirakan Unit Metrologi Legal Kabupaten Batang dari sisi metrologi ke depan akan berkembang dengan adanya Kawasan Industri Terpadu Batang.

“Kami dari pusat siap mendukung juga mengembangkan metrologi untuk  KIT Batang ini. Direktorat Metrologi akan berkolaborasi dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Komite Akreditasi Nasional (KAN). Ini adalah sebuah awal bagaimana elemen metrologi yaitu metrologi legal, metrologi ilmiah dan metrologi industri bisa berkolaborasi mendukung KIT Batang,” tegas Rusmin Amin.

Kepercayaan publik (trust), kata Rusmin merupakan kunci dimana metrologi legal dapat memastikan bahwa ukuran, takaran dan timbangan sesuai dengan nilai sebenarnya. Tidak ada lagi penyalahgunaan alat ukur untuk mengurangi ukuran, takaran, dan timbangan.

Rusmin Amin mengaku sangat yakin bahwa budaya tertib ukur tidak hanya akan memberikan perlindungan terhadap masyarakat/konsumen tetapi juga akan menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan para pelaku usaha yang bertanggung jawab.

Bupati Batang sendiri menegaskan prioritasnya adalah membangun kepercayaan publik (trust) bahwa ukuran, takaran, dan timbangan di Kabupaten Batang sudah sesuai dengan ukuran sebenarnya. Dengan begitu, masyarakat akan nyaman ketika bertransaksi di wilayah Kabuptaen Batang misalnya di SPBU dimana takarannya selalu terjaga.

“Artinya, semua sektor-sektor dimana ada ukuran, takaran, dan timbangan akan kami jaga dan monitor agar perlindungan terhadap masyarakat dapat kami berikan,” katanya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Batang saat ini memiliki Unit Metrologi Legal yang berfungsi menyelenggarakan pelayanan tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya serta pengawasan terhadap alat ukur dan kuantitas barang dalam keadaan terbungkus.

Dengan jumlah 28 Pasar Desa dan Pasar Daerah, 22 SPBU, dan sejumlah industri, potensi alat ukur seperti timbangan bukan otomatis, timbangan jembatan, pompa ukur BBM, meter kWh, meter air, dan lain-lainnya objek pelayanan dan pengawasan menjadi tantangan besar bagi Unit Metrologi Legal Kabupaten Batang.

Pada kesempatan Taklshow Bupati Wihaji mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perdagangan, dalam hal ini Direktorat Metrologi atas support dan dukungan kepada Kabupaten Batang dalam mengembangkan metrologi di daerahnya.

“Tujuan akhir kami adalah Kabupaten Batang menjadi Daerah Tertib Ukur. Kami berharap peran metrologi dapat dikembangkan dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya tidak hanya bagi pelaku usaha tetapi juga bagi masyarakat Batang khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” kata Wihaji.

Pada kesempatan terpisah, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kemendag, Veri Anggrijono juga menyampaikan dukungannya terhadap KIT Batang. Dia mengatakan, metrologi legal tidak dapat berdiri sendiri, tetapi bersama-sama dengan standardisasi dan penilaian kesesuaian untuk membangun infrastruktur mutu di daerah yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah

Veri berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah tetap terjaga untuk saling berbagi informasi dan berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan kegiatan metrologi di Kabupaten/Kota, khususnya di Kabupaten Batang sehingga peran perlindungan konsumen dan tertib niaga menjadi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. (aryo)

Related posts

Kasus Stunting dan PTM Menjadi Fokus Hari Bhakti Dokter Indonesia

Tety Polmasari

Cegah Putus Sekolah, HUT Ke-7 Blibli.com Salurkan Donasi Pendidikan Melalui GN-OTA

Tety Polmasari

Demi Keselamatan Konsumen, BSN Dorong Industri Terapkan SNI Baja

Tety Polmasari

Leave a Comment