7.4 C
New York
04/03/2021
Nasional

Anggota DPR RI Rudy Masud Klarifikasi Soal Kebakaran Kapal Di Samarinda Kalimantan Timur

JAKARTA(Possore.com) –Insiden kapal terbakar dan meledak di sebuah galangan kapal milik PT Barokah Galangan Perkasa, daerah Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda pada Kamis kemarin saat ini masih dalam penyelidikan aparat yang berwenang. Tidak ada tumpahan minyak di aliran Sungai Mahakam seperti isu yang beredar saat ini. Kapal pengangkut minyak tersebut sedang sandar dalam keadaan kosong tak ada muatan BBM.

“Kami tegaskan bahwa tidak benar ada tumpahan minyak di Sungai Mahakam yang diakibatkan insiden kapal terbakar dan meledak kemarin. Kapal dalam keadaan kosong tidak ada BBM,” demikian ditegaskan oleh Rudy Masud dalam rilisnya kepada media, Sabtu (13/2).

Dalam pernyataan pers-nya, Rudy Masud yang merupakan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar tersebut mengklarifikasi bahwa dirinya sempat disebut-sebut ada hubungan langsung atas kejadian kapal terbakar itu. “Saya memang founder PT Barokah Perkasa Grup. Tapi sejak 2018 saya tidak memegang manajemen karena saya fokus sebagai wakil rakyat dari Dapil Kaltim,” bebernya.

Jadi, sambung Rudy, ia mengaku cukup prihatin dengan beberapa pemberitaan media yang tidak utuh. Dalam pemberitaan sejumlah media, seolah mem-framing dirinya memiliki hubungan atas insiden terbakarnya kapal di Galangan Barokah Perkasa Group. Menyertakan judul artikel yang tendensius, serta terkesan menggiring opini masyarakat. Meski demikian, ia berterimakasih kepada teman-teman media yang tetap memilih objektif dalam menjalankan tugasnya. Berpegang teguh pada prinsip dan etika jurnalistik.

“Saya saat ini fokus di dunia sosial politik, menyerap aspirasi rakyat serta memperjuangkan hak-hak dan kedaulatan masyarakat Kalimantan Timur yang saya wakili di Parlemen. Insha Allah amanah tersebut akan saya terus perjuangkan dan saya pertanggungjawabkan,” ungkap Harum, sapaan akrabnya Rudy Masud.

Hal yang sangat penting untuk diklarifikasikan di sini, yaitu terkait beredarnya isu bahwa kapal yang terbakar menumpahkan minyak ke sungai. “Saya tegaskan bahwa hal tersebut adalah tidak benar,” pungkas Rudy seraya pribadi mengajak kita semua untuk tetap menjaga situasi agar kondusif dengan menghentikan asumsi-asumsi liar dan sabar untuk menunggu hasil investigasi dari pihak-pihak yang berwenang atas insiden kapal terbakar di galangan Barokah Galangan Perkasa tersebut. (Rls/Btp).

Related posts

Giwo Rubianto: Makna Hari Ibu Momentum Kebangkitan Perempuan Indonesia, Bukan “Mother’s Day”

Tety Polmasari

KH Said Agil Siraj: NU Bukan Semata Berdakwah

nur daeng

42 Tahun FKPPI: Bersatu dan Berdaulat dalam Mempertahankan Pancasila, UUD 45, NKRI

Tety Polmasari

Leave a Comment