7.4 C
New York
04/03/2021
Aktual Ekonomi

Bulog Mulai Serap Beras dan Gabah dari Petani

POSSORE – Jika selama ini Perum BULOG selalu menyerap gabah dari petani, kali ini perusahaan plat merah tersebut mulai menyerap beras. Kegiatan ini misalnya  terlihat  di Kantor Cabang Perum BULOG Meulaboh, Aceh  yang mulai melakukan penyerapan beras medium untuk tahun 2021 ini.

Hal tersebuti ditandai dengan masuknya beras medium ke Gudang Bulog Gampong Darat – Meulaboh sebanyak 500 ton pada hari ini Senin (22/2 kemarin. Penyerapan beras ini merupakan hasil kerjasama dengan mitra lokal  guna mengoptimalkan musim panen raya yang puncaknya akan berlansgung sekitar bulan Maret – April 2021. Penyerapan pengadaan ini dalam rangka memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Pada tahun ini menurut Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum BULOG Mokhamad Suyamto pihaknya akan menjemput bola ke petani. “Kita melakukan proses penyerapan tidak hanya beras tetapi juga gabah di tingkat petani. Berdasarkan data prakiraan produksi GKG (Gabah Kering Giling) dari BPS periode bulan Maret – April 2021, Provinsi Aceh mempunyai produksi GKG sebesar 425 ribu ton,” katanya.

Suyamto menjelaskan, kali ini ada dua grand master plan kegiatan supply chain dan pelayanan publik BULOG yaitu menjaga stock untuk CBP, penyediaan stok sesuai kebutuhan penjualan, seperti kualitas standar dan harga kompetitif serta sinergi dengan mitra kerja untuk meningkatkan jaminan pasokan dan efisiensi biaya persediaan.

“Tahun ini Perum BULOG akan lebih selektif dalam melakukan penyerapan gabah dan juga beras. Kami akan memaksimalkan kegiatan jemput bola ke petani guna mendapatkan stok sesuai yang dibutuhkan untuk kegiatan penjualan ataupun penyaluran lainnya. Dengan tambahan serapan dari Meulaboh – Aceh 500 ton maka total serapan beras  BULOG dari Petani  per (23/2) sudah sebanyak 30 ribu ton,”  kata Suyamto.

BULOG, katanya juga akan memaksimalkan strategi pengadaan dalam negeri saat puncak panen raya pada bulan Maret – April sebagai upaya memperoleh jaminan pasokan beras PSO dan menjaga stok beras CBP/PSO sesuai penugasan yang diberikan. Selanjutnya BULOG juga melakukan pengadaan GKG dengan Sistem Kontrak / Perjanjian Terikat dengan Mitra Kerja Pengadaan (MKP).

“Sejauh ini stok yang dikuasai BULOG hampir mencapai 1 juta ton. Saat panen raya nanti BULOG akan dapat menyerap secara maksimal gabah-beras dari petani guna menjaga stabilisasi harga di tingkat petani dan mencukupi kebutuhan stok sesuai penugasan dan kebutuhan penyaluran,” tegas Suyamto.

Dengan pengaplikasian sistem Supply Chain Management yang digunakan dalam mengintegrasikan rencana penjualan dan pasokan, tentu  dengan tetap memperhatikan rencana bisnis (penyaluran, penjualan, pengolahan, pengadaan, produksi dan keuangan) kedepan BULOG diharapkan lebih optimal dalam melakukan penyerapan beras/gabah. (aryo)

Related posts

Orangtua Paham Gizi Anak, Investasi Sehat Masa Depan

Tety Polmasari

Energen Kembali Kampanyekan ‘Sarapan Sehat Sebelum Jam 9’

Tety Polmasari

Keppres Sudah Ditandatangani, Gores Mere dan Diaz Hendroprijono Jadi Staf Khusus Presiden

Tety Polmasari

Leave a Comment