13 C
New York
19/04/2021
Aktual

Mulyanto: Pemerinta Harus Jelaskan ke Publik GeNose efektif Deteksi Covid-19

JAKARTA, Possore.com– Untuk mengantisipasi keraguan publik terhadap efektitiftas GeNose, Anggota Komisi VII DPR RI, Dr H Mulyanto meminta Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro aktif melakukan sosialisasi.

Menristek bersama tim peneliti GeNose dari Universitas Gajah Mada, kata Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPE RI bidang Industri dan Pembangunan itu, Selasa (2/3). harus dapat menjelaskan kepada publik bahwa GeNose efektif mendeteksi Covid-19 berdasarkan pemeriksaan hembusan nafas, sama seperti rapid test atau Polymerase Chain Reaction (PCR).

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose untuk mendeteksi Covid-19. SpiroNose adalah alat deteksi Covid-19 berdasarkan hembusan nafas, sama seperti GeNose.

Pemerintah Belanda menilai, penggunaan SpiroNose tidak efektif karena ditemukan beberapa kasus pemeriksaan yang tidak akurat. Atas beberapa kejadian itu Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose dan mengganti dengan metode lain.

“Pihak GeNose perlu menginfokan ke publik tingkat akurasi genose dibandingkan dengan Rapid Test atau PCR. Tentu saja tingkat akurasi alat itu diakui lembaga pengawas semisal Badan Pengawas Obat&Makanan (BPOM). Akurasi tentu didasarkan uji standar ilmiah yang baku transparan dan akuntabel,” kata dia.

GeNose masih dapat digunakan, sambil terus melakukan upaya pengembangan. Tim peneliti harus terus melakukan inovasi untuk meningkatkan efektifitas GeNose. “Masyarakat butuh alat deteksi Covid-19 yang akurat, cepat, aman, dan sudah barang tentu murah. Genose memenuhi hampir semua hal yg diinginkan masyarakat tersebut dibanding alat uji cepat lainnya,” kata mantan Sesmen Ristek era Presiden SBY ini.

Peneliti GeNose Gajah Mada, Dian Kesumapramudya mengatakan, GeNose relatif lebih efektif mendeteksi Covid-19 dibanding Spiro Nose. Meski sama-sama menggunakan hembusan nafas untuk mendeteksi Covid-19, tetapi desain dan teknologi yang digunakan berbeda.

“Saat melihat dan membaca desain SpiroNose Belanda di laman daring resminya, kami telah memperkirakan bahwa akan terjadi masalah akurasi. Kekurangan desain itu telah kami mitigasi sejak awal kami mendesain sistem untuk GeNose,” ujar Dian. (decha)

Related posts

Menko PMK: Kowani Fair Ajang Pembuktian Kaum Perempuan

Tety Polmasari

Pasca Penandatanganan Agreement Dibentuk JTF

Tety Polmasari

Kemenko PMK Sinergikan Program Peningkatan Harkat Perempuan

Tety Polmasari

Leave a Comment