13 C
New York
19/04/2021
Aktual Jabodetabek

Gubernur Anies Nonaktifkan Dirut Perumda Sarana Jaya

POSSORE — Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan akhirnya menonaktifkan Direktur Utama (Dirut) Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan. Penonaktifan tersebut dilakukan menyusul ditetapkannya status Yorry sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (5/3) kemarin.

Plt Kepala Badan Pembinaan (BP) Peumahan Daerah (Perumda) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta, Indra Sukmono Arharrys menyampaikan hal tersebut  setelah diputuskan  mengisi pisisi kosong Dirut Perumda BUMD tersebut.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 212 Tahun 2021 tentang Penonaktifan Direktur Utama, Indra Sukmono  Arharrys yang saat ini masih menjabat  Direktur Pengembangan ditunjuk langsung sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

KPK membuka penyidikan baru terkait dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Keluaran Pondok Rangon,  Cipayung, Jakarta Timur. Plt juru bicara KPK Ali Fikri menyebut penyidikan dilakukan setelah pihaknya menemukan dua bukti permulaan yang cukup

bersalah,” tutur Indra Sukmono …

“Pak Gubernur saat itu langsung mengambil keputusan untuk menon-aktifkan yang bersangkutan. Atas kasus tersebut, Yoory akan mengikuti proses hukum dengan menganut asas praduga tak bersalah,” tutur Indra Sukmono

diketahui, Yoory C Pinontoan yang menjabat  Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya sejak 2016. Yoory yang meniti karir di lingkungan Provinsi DKI sejak 1901 itu sebelumnya juga sempat menjabat Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya sebelum menduduki posisi Dirut.

Informasi yang dihimpun POSSORE.COM Yoory ditetapkan sebagai tersangka  Bersama tiga orang lainnya berinisial AR, TA, dan PT. Satu tersangka lain yaitu AP merupakan penjual lahan untuk proyek rusun dengan DP Rp 0 di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, tahun 2019.

Kasus ini sebelumnya sudah diselidiki Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri sebagaimana diungkap oleh Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono pada 9 Maret tahun lalu.

KPK membuka penyidikan baru terkait dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Keluaran Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri menyebut penyidikan dilakukan usai pihaknya menemukan dua bukti permulaan yang cukup.

Ali mengatakan pihaknya sudah menetapkan tersangka di kasus ini. Namun, dia belum bisa membeberkan identitas tersangka. “Pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan para tersangka telah dilakukan,” ujar Ali, Senin, 8 Maret 2021. (aryo)

 

 

 

 

 

 

Related posts

Satu Jamaah Haji Indonesia Korban Mina Sudah Pulang ke Hotel

Tety Polmasari

Prabowo-Hatta Tidak Membagi Wilayah Kampanye

Tety Polmasari

Boediono Diperdengarkan Rekaman Rapat Dewan Gubernur BI

Tety Polmasari

Leave a Comment