17.1 C
New York
19/04/2021
Aktual Kesra Nasional

Dharma Santhi Hari Raya Nyepi, Momentum Membangun Kolaborasi Harmoni Menuju Indonesia Maju

JAKARTA (Pos Sore) — Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menyelenggarakan Webinar Dharma Santhi Hari Raya Nyepi bertema “Dharma Santhi Menjaga Kemajemukan dan Membangun Kolaborasi Harmoni Menuju Indonesia Maju”, Rabu (31/3/2021).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berkesempatan memberikan sambutan. Menteri mengatakan, peringatan Hari Nyepi mengingatkan umat manusia untuk jeda sejenak kepada alam agar kembali menata keseimbangan. Memuliakan alam, maka alam akan memuliakan harkat dan martabat kemanusiaan.

Ia menyambut baik webinar ini mengingat kemajemukan di Indonesia adalah keniscayaan. Selama berabad-abad telah menjadi sendi utama dalam menopang tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menteri menekankan agama harus menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beragama tak hanya akan terwujud kedekatan makhluk dengan Tuhan, namun juga memunculkan sikap saling menghormati, toleransi dan sekaligus memuliakan alam seisinya.

Karena itu, menteri Yaqut mengajak semua elemen masyarakat untuk tanpa lelah merawat kemajemukan dengan terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan yang dilandasi sikap saling menghargai dan menghormat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

“Mari jadikan bangsa ini sebagai taman indah ragam puspa dengan menebarkan harumnya rasa persaudaranya dan wanginya ikatan kekeluargaan. Niscaya bangsa ini akan semakin maju, adil dan makmur,” kata Menag.

Menteri Agama menilai Dharma Santhi adalah cara yang diwariskan oleh pendiri bangsa agar kita semua selalu eling pada sangkaparaning dumadi serta menjadi refleksi atas kewajiban menjalankan dharmaning agama maupun dharmaning negara.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Puspayoga, yang juga berkesempatan memberikan sambutan, mengatakan kemajukan adalah kekayaan bangsa Indonesia yang dilambangkan dengan Bhinneka Tunggal Ika.

Menteri Bintang yang juga Ketua WHDI tingkat propinsi Bali, menambahkan, dengan semangat persatuan dan kesatuan dalam perbedaan, kemajemukan adalah potensi yang harus terus dikembangkan untuk membawa Indonesia kea rah yang lebih maju.

“Esensi dari Nyepi adalah bagaimana kita menjaga kelangsungan semesta melalui ajaran yang menekankan hubungan tiga elemen penting yakni sesame manusia atau pawongan, sesala alam sekitar atau pelemahan dan sesame Tuhan atau parahyangan,” jelas Menteri Bintang.

Bintang juga mengajak umat Hindu menjadikan Hari Nyepi sebagai ajang evaluasi dan introspeksi diri. Ia juga mendorong WHDI untuk terus menjadi organisasi yang kreatif dan inovatif dalam mendorong perempuan Hindu yang produktif. Menurutnya, kreatifitas dan inovasi menjadi penting saat pandemi.

Ke depan, lanjut Bintang, WHDI diharapkan mampu menjadi inspirasi dan semangat di masa pandemi Covid-19 saat ini. Terlebih, perempuan adalah garda terdepan pencegahan penularan Covid-19 di keluarga.

“Kita harus menyatukan kekuatan, berinovasi tiada henti, saling mendukung, saling menguatkan. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia Maju,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo, dalam pengantarnya, mengatakan perayaan Nyepi seperti halnya perayaan hari keagamaan lainnya, adalah bagian dari refleksi dan introspeksi diri yang tepat terhadap apa yang sudah dilakukan sekaligus untuk merumuskan kembali harapan yang akan dicapai pada tahun mendatang.

Menurut Giwo, peringatan Hari Raya Nyepi juga mengingatkan kita akan kedudukan dan peran perempuan yang sama tingginya dengan kaum pria, seperti tertera dalam kitab agama Hindu.

Dalam pandangan agama manapun, kedudukan wanita adalah sangat terhormat dan sejajar dengan pria. Yang harus mampu mengembangkan potensi dan swadarma sebagai ibu bangsa untuk melahirkan generasi penerus yang beralahlak mulia, cerdas, santun, berkepribadian, takwa dan berbudi pekerti luhur.

“Sebagai bangsa yang plural dan multikultural, Indonesia telah memperlihatkan keseimbangan yang patut menjadi teladan bangsa lain,” tandasnya.

WHDI sendiri bergabung dalam organisasi federasi Kowani sejak 2007. Sejak saat itu WHDI terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan Kowani dalam berbagai kegiatan terutama terkait kegiatan keagamaan Hindu.

“Karena itu, Kowani ingin memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk dapat berekspresi dan memberikan dukungan kepada anggota untuk taat menjalankan ritual agamanya. Kowani selalu berupaya bersama merayakan peringatan hari keagamaan bersama anggota Kowani,” jelas Giwo.

Kowani adalah federasi organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia. Saat ini, mewadahi dan memayungi 97 organisasi wanita di Indonesia termasuk WHDI.

Webinar tersebut menghadirkan pembicara kunci Dirjen Binmas Hindu Kementerian Agama Tri Handoko Seto. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk saling berkolaborasi menuju harmoni.

“Nyepi harus menginspirasi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon kepada Tuhan agar persoalan bangsa saat ini segera selesai,” katanya.

Ia menambahkan, Nyepi juga harus menginspirasi semua untuk semakin menjaga hubungan sesama manusia, tetap menjaga komunikasi dalam suasana pandemi, serta menjaga kerukunan dan toleransi.

Nyepi, lanjut Tri Handoko, juga harus menginspirasi umat untuk memuliakan alam. Caranya, dengan memberi jeda untuk alam menata keseimbangannya. “Bahkan, ke depan kita harus terus merawat dan menjaganya. Ini juga adalah inspirasi dari ajaran agama Tri Hita Karana,” tuturnya.

Ketua Umum WHDI Pusat Rataya B Kentjanawathy, menambahkan, peringatan Hari Raya Nyepi bersama Kowani kali ini yang kedua kalinya. “Tahun 2015 kita selenggarakan secara offline, tetapi tahun ini karena ada pandemi, kita gelar secara online,” katanya.

Dikatakan, tujuan diselenggarakannya Hari Raya Nyepi Saka adalah untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama, saling mengormati dan menumbuhkan saling toleransi sehingga menumbuhkan kedamaian. (tety)

Related posts

FOI-Y Waste Kerja Bareng Atasi Kelaparan di Sekolah

Tety Polmasari

Pelajar SMP Dan SMA Hendak Tawuran Diamankan

Tety Polmasari

13 Rumah Terbakar, 1 Orang Tewas

Tety Polmasari

Leave a Comment