13 C
New York
19/04/2021
Aktual Internasional

Daewoong Infion dan Pemerintah Indonesia Tandatangani MoU Uji Klinis Pengobatan Covid-19

SEOUL (Pos Sore) — Daewoong Pharmaceutical Korea dan PT. Daewoong Infion sebagai perusahaan pengembang pengobatan Covid-19, telah menandatangani MoU Uji Klinis pengobatan Covid-19 dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam satu pertemuan yang melibatkan Kementerian Kesehatan Indonesia-Kementerian Kesehatan Korea yang diadakan di Millennium Hilton Hotel, Seoul, Selasa (30/3/2021).

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadakin, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dr. Slamet MHP, dan CEO PT. Daewoong Infion Suh Chang Woo, menghadiri pertemuan tersebut secara online dari Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Kwon Deok-Cheol, dan CEO Daewoong Pharmaceutical Korea Sengho Jeon, menghadiri pertemuan tersebut melalui konfrensi video online di Hotel Millenium Hilton, Seoul.

Berdasarkan MoU tersebut, PT. Daewoong Infion akan melakukan uji klinis casmostat dan niclosamide pada pasien Covid-19 di Indonesia. Perusahaan akan bekerja sama dalam melakukan uji klinis sesuai dengan standar internasional.

Termasuk dalam hal instalasi fasilitas dan manajemen pasien di rumah sakit yang dipilih oleh The National Institute of Health Reserach and Developmentmnet (NIHRD) — organisasi afiliasi pemerintah Indonesia.

Dengan nota kesepahaman itu, berarti Daewoong terpilih sebagai perusahaan yang memulai uji klinis camostat dan niclosamide dalam rangka mengembangkan pengobatan Covid-19 di Indonesia.

Camostat adalah suatu zat yang memiliki mekanisme untuk menghambat pertumbuhan virus dengan cara mencegah peleburan membran virus dengan sel inang dalam tubuh manusia serta meredakan peradangan.

Daewoong Pharmaceutical Korea saat ini sedang melakukan uji klinis fase II-b dan III terhadap pasien Covid-19 bergejala ringan, melakukan uji klinis fase III terhadap pasien bergejala akut, dan melakukan uji klinis fase III untuk menguji kesesuaian camostat sebagai pengobatan pencegahan di Korea secara bersamaan.

Perusahaan juga menyampaikan kemungkinan penggunaan camostat sebagai pengobatan Covid-19. Hal ini karena pada uji klinis 2a, Daewoong telah menemukan bahwa pasien bergejala ringan atau tanpa gejala lebih cepat pulih setelah diberikan Camostat dibandingkan dengan kelompok pasien yang diberikan plasebo.

Keterangan foto: Dalam layar: Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (kiri), Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Dr. Slamet, MPH (kanan), dan Suh Chang Woo, CEO PT. Daewoong Infion (bawah). Berdiri di luar layar: CEO Daewoong Pharmeceutical Korea Sengho Jeon (kiri) serta Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Kwon Deok-Cheol (kanan)

Sementara itu, Niclosamide adalah senyawa obat yang efektik sebagai terapi “all-in-one” untuk mengobati Covid-19. Dalam uji klinis yang dilakukan terhadap subjek hewan, niclosamide telah terbukti mampu memusnahkan virus, menurunkan cytokine storm, dan meredakan sesak napas.

Daewoong Pharmaceutical Korea saat ini sedang menjalani uji klinis niclosamide fase I di Korea, Australia, dan India, dan berencana untuk mengumumkan hasil uji klinis fase II yang dilakukan di berbagai negara pada paruh pertama tahun 2021.

Pihaknya telah mendapatkan persetujuan untuk memulai uji klinis camostat dan niclosamide di Indonesia tahun ini. Ini kelanjutan dari MoU uji klinis terapi sel induk yang telah kami lakukan dengan pemerintah Indonesia dan bertujuan untuk mengembangkan pengobatan Covid-19 pada tahun lalu.

“Dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia, kami akan melakukan upaya terbaik kami untuk mengembangkan pengobatan Covid-19 yang efektif,” kata Suh Chang woo, CEO PT. Daewoong Infion.

Tahun lalu, PT. Daewoong Infion telah menandatangani MoU dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melakukan uji klinis pengobatan Covid-19 berbasis sel induk (DWP710) dan melakukan uji klinis fase I di Indonesia.

DWP710 adalah pengobatan sel induk mesenchymal (DW-MSC) yang digunakan untuk mengobati sindrom gangguan pernapasan akut pada pasien Covid-19.

Saat diuji pada subjek hewan yang mengidap sindrom gangguan pernapasan akut, DWP710 telah terbukti mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup subjek sebesar 30% dibandingkan dengan kelompok kontrol dan jaringan paru-paru yang rusak akibat peradangan juga dapat pulih hingga ke tingkat mendekati normal.

Perusahaan sedang bersiap mengajukan izin untuk melaksanakan uji klinis fase II di Korea setelah menyelesaikan uji klinis fase I di Indonesia. (tety)

Related posts

Terbongkar Dalam RDP, Mulyanto: Klaim Jokowi BBM Satu Harga Tidak Sesuai Fakta

Akhir Tanjung

Gaji TKI Malaysia Bakal Naik

Tety Polmasari

Investor Takut Kondisi Politik RI

Tety Polmasari

Leave a Comment