13 C
New York
19/04/2021
Aktual Kesra Pendidikan

Wisuda Institut STIAMI Diadakan Secara Drive Thru, Ini Pesan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Menparekraf Sandiaga Uno kepada Wisudawan

JAKARTA (Pos Sore) — Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI menyelenggarakan wisuda ke-40 untuk semester genap tahun akademik 2019-2020 dan semester ganjil tahun akademik 2020-2021. Ada sebanyak 1.557 wisudawan dengan rincian Program Vokasi sejumlah 103 wisudawan, Program Sarjana sebanyak 1303 wisudawan, dan Program Pascasarjana sejumlah 151 wisudawan.

Sebelum prosesi wisuda berlangsung, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkesempatan memberikan sambutannya melalui tayangan video. Ia menyampaikan proses kelulusan bukanlah akhir dari proses pendidikan. Wisuda justeru menjadi babak baru untuk belajar memanfaatkan ilmu dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

“Secara formal proses belajar di kelas telah selesai, tetapi proses belajar itu terjadi setiap hari, kapan saja, di mana saja. Karena itu, pada setiap interaksi, terdapat hikmah yang bisa diambil oleh kita semua sebab dari sanalah akan ditemukan banyak inspirasi,” kata Gubernur Anies mengingatkan.

Menurut Gubernur DKI inspirasi itu datang bukan dari meditasi, tetapi dari kegiatan interaksi baik di ruang kelas, di sekolah, di kampus maupun di tengah masyarakat.

Ia pun berharap melalui wisuda ini Institut STIAMI akan semakin maju berkembang, makin menjadi wahana untuk menumbuhkan pribadi berkarakter mulia, memiliki kompetensi kelas dunia, dan melakukan dorongan di tengah masyarakat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, juga berkesempatan memberikan wejangan kepada para wisudawan secara virtual.

Ia mendorong lulusan Institut STIAMI untuk hadir di tengah masyarakat sebagai solusi terhadap segala problema di masyarakat. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selamat atas tuntasnya studi para wusudawan dan wisudawati STIAMI yang hari hari ini menjadi hari yang paling berkesan dalam berkuliah karena bisa menyelesaikan studinya di tengah pandemi Covid-19,” kata Sandiaga Uno.

Sandi Uno pun memberikan semangat kepada semua lulusan Institut STIAMI. “Lanjutkan perjuangan untuk hadir menjadi solusi. Pejuang untuk hari ini, sehingga menjadi pemenang di masa yang akan datang,” katanya.

Berbeda dengan wisuda-wisuda sebelumnya, — secara full daring atau virtual, hanya beberapa wisudawan hadir sebagai perwakilan, kali ini dilakukan secara drive thru yang berlokasi di Taman Wiladatika, Perkemahan Cibubur, Depok, Jawa Barat. Karena yang wisuda cukup banyak, maka prosesi wisuda drive thru ini terbagi dalam 2 hari, yaitu Rabu (24/3/2021) dan Kamis (25/3/2021).

Meski mekanismen drive thru, prosesi wisuda ini juga disiarkan melalui aplikasi zoom dan Youtube sehingga wisudawan lain dapat mendengarkan arahan yang disampaikan rektor dan melihat prosesi wisuda berlangsung. Wisudawan juga jadi tahu ketika namanya dipanggil.

Wisuda drive thru ini, dijelaskan Rektor Institut STIAMI, Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, MM, dipilih dengan pertimbangan sebagai jalan tengah atau solusi dari adaptasi terhadap situasi pandemi Covid-19 yang masih saja berlangsung.

Ditambah lagi adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah sejak 23 Maret sampai 5 April 2021. Karena itu, perlu dicarikan jalan keluar agar pelaksanaan wisuda yang dapat memberikan rasa kepuasan kepada para wisudawan.

“Berdasarkan hasil musyawarah dengan mahasiswa bersama organisasi KM Institut STIAMI diputuskan dengan drive thru. Itu juga dilakukan setelah berkonsultasi dengan aparat pemerintah, untuk memastikan agar pelaksanaan wisuda dapat berjalan dengan mematuhi segala ketentuan yang berlaku,” terang rektor.

Intinya, kata rektor, wisuda drive thru bermaksud mengakomodasi kebutuhan akan prosesi kelulusan yang proper dengan tanpa mengabaikan protokol kesehatan menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Meski diwisuda di tengah pandemi Covid-19, rektor menyakini lulusan Institut STIAMI, telah dibekali dengan budaya institusi melalui nilai-nilai ibadah, integritas dan inovasi yang diharapkan dapat menggerakkan perilaku sehingga bisa memberikan kemanfaatan dan menjadi role model dalam kehidupan di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, rektor menyampaikan rasa syukurnya jumlah mahasiswa Institut STIAMI saat ini berjumlah 10.706 mahasiswa. Terdiri dar Program Vokasi berjumlah 453 mahasiswa, Program Sarjana berjumlah 9.197 mahasiswa, dan program Pascasarjana sejumlah 1056 mahasiswa

“Kepercayaan ini harus kami pertanggungjawabkan melalui komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas penyelenggrasan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di Institut STIAMI,” tegasnya.

Direktur Humas dan Kerjasama Institut STIAMI Dedy Kusna Utama, S.Sos., M.A, menambahkan, meski dilakukan dengan drive thru protokol kesehatan Covid-19 tetap diterapkan secara ketat. Yang penting, para wisudawan bisa merasakan wisuda dengan cara dan rasa yang lain,” katanya.

Dedy menyampaikan, wisuda drive thru ini, ditujukan bagi wisudawan yang memang bisa hadir. Bagi wisudwan yang berada di luar kota, atau dalam kondisi yang tidak memungkinkan seperti sakit atau hamil, maka wisuda dilakukan secara online melalui aplikasi zoom.

Sebagaimana namanya wisuda drive thru ini, prosesi wisuda dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Meski drive thru, protokol kesehatan tetap diterapkan dengan ketat untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Selain wisudawan mengenakan masker, dicek suhu, juga harus disertai dengan surat keterangan negatif rapid test antigen, dan salinan sertifikat vaksinasi Covid-19 jika sudah divaksin. Dan, setiap satu jam terdapat 50 sarjana mengikuti prosesi wisuda.


Persyaratan ini diperlukan agar prosesi wisuda ini aman dan nyaman bagi semua. Untuk berjaga-jaga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena jika tanpa rapid antigen, bisa saja di antara para wisudawan ada yang terpapar Covid-19 tanpa disadari. Sehingga terjadi penularan dengan klaster baru. Rektor dan Senat Institut STIAMI juga menerapkan hal yang sama.

Wisuda drive thru ini mekanismenya begini. Kendaraan yang berpenumpang satu wisudawan antri memasuki area wisuda sesuai nomor urut wisudawan. Ketika nama wisudawan yang dipanggil, maka mobil melaju ke lobby ruang wisuda. Suara pembawa acara menggema, menyebut nama wisudawan.

Selanjutnya, wisudawan turun dari mobil. Hanya wisudawan saja tanpa didampingi orangtua. Orangtua tetap di dalam kendaraan. Sebelum memasuki ruang wisuda, wisudawan dicek suhu. Setelah itu, wisudawan masuk ke ruang wisuda, menerima ijasah dan pemindahan tali toga dari kiri ke kanan, lalu ke luar ruangan, foto sejenak.

Kemudian panitia mengarahkan wisudawan langsung pulang dengan menaiki mobil yang sama yang tengah menunggu di luar. Wisudawan tidak diperkenankan berlama-lama di berada di area studio foto. Selesai foto langsung pulang. Proses wisuda ini tidak sampai 1 menit.

Dalam prosesi wisuda ini juga tidak ada jabat tangan dengan rektor sebagaimana wisuda-wisuda sebelumnya. Pemberian selamat oleh rektor juga hanya dilakukan dengan salam dari jarak jauh.

Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc, Ketua Pengurus Yayasan Ilomata Drs. Amrullah Satoto, S.AB, M.A beserta Sekretaris dan Bendahara Yayasan Ilomata.

Selain itu, Ketua Pengawas Yayasan Ilomata, Fachry Effendi, SE, Ketua Senat Akademik Institut STIAMI, Prof. Dr. Muhammad Mulyadi, Ap, M.Si beserta Sekretaris dan anggota Senat Institut STIAMI. (tety)

Related posts

Investasi di Kawasan Transmigrasi Mencapai 13 Trilyun

Tety Polmasari

Keluarga Muslim Gugat Empire State Lantaran Diusir Usai Salat

Tety Polmasari

How to begin A Work at home Affiliate Organization On The Net

Tety Polmasari

Leave a Comment