11.7 C
New York
11/05/2021
Gaya Hidup

Olahraga Sambil Beramal

JAKARTA (Pos Sore) — Berlari untuk Berbagi. Apa itu? Ini komunitas pecinta olah raga lari yang memiliki visi sosial menyalurkan hobi sambil beramal. Menjadikan olahraga dan beramal sebagai gaya hidup dalam membantu sesama.

Program amal yang dijalankan ini diwujudkan dengan mengikuti lomba lari maraton setiap tahunnya. Pada setiap kilometer yang ditempuh oleh team pelari BuB, menawarkan kepada individu dan perusahaan untuk memberikan donasi sejumlah nilai tertentu kepada yayasan yang dipilih.

Kali ini, pada 23 Februari 2014, BuB melakukan penggalangan dana untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) bagi masyarakat yang berada di jalur Pantura. Ada kurang lebih 40 pelari Berlari untuk Berbagi dalam lomba lari bertajuk ‘Tokyo Marathon’ itu.

Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada Dewi Hughes International Foundation untuk memberikan pelatihan kepada para guru PAUD dan parenting program untuk orang tua muda.

“Kami akan menyelesaikan marathon sejauh 42 kilometer di Tokyo sekaligus menggalang dana agar anak-anak di jalur Pantura mendapatkan pendidikan yang jauh lebih baik,” kata Melissa Karim, anggota komunitas itu, di Jakarta, Minggu (16/2).

Istri news anchor Ralp Tampubolon itu percaya pendidikan adalah kunci untuk mengatasi permasalahan bangsa. Ada banyak permasalahan sosial di negeri ini. Karena itu diperlukan strategi pencegahan kejahatan kemanusiaan ini dengan mendidik generasi termuda bangsa.

“Kami bekerja sama dengan Dewi Hughes International Foundation melihat pengalaman mereka dalam memberikan pendidikan anak usia dini yang berkualitas,” papar Melissa Karim. (tety)

Related posts

FJB 2014: Kecap yang Menyatukan Nusantara

Tety Polmasari

Fase New Normal, Rumah Sunat dr. Mahdian dan Klinik Kimia Farma Buka Layanan Sunat di Rumah

Tety Polmasari

Dengan Aksesoris Ini Bersepeda Semakin Nyaman

Tety Polmasari

Leave a Comment