17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual

Indonesia Dinilai Kurang Serius

JAKARTA (Pos Sore) — Pada Oktober 2015 Indonesia menjadi tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair (FBF) atau Pesta Buku Frankfurt, Jerman. FBF yang diadakan sejak abad ke-15 ini juga menjadi acara penerbitan terbesar di dunia.

Sayangnya, Rachmat Taufik Hidayat, Direktur PT Dunia Pustaka Jaya, menilai Indonesia tidak mempersiapkan diri menyambut pesta buku yang dinanti-nantikan para penulis dan penerbit dunia itu.

“Sejak tiga tahun lalu sudah diundang sebagai tamu kehormatan, tapi hingga sekarang baru 200 buku yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Ini kan sedikit sekali dengan ukuran jumlah penduduk Indonesia,” katanya.

Dengan jumlah buku sebanyak itu, menurutnya, menandakan pemerintah Indonesia tidak siap. Ini juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap penerbitan buku masih rendah. Pemerintah lambat merespon momentum ini.

“Sangat disayangkan. Padahal ini bisa menjadi momentum keeksistensian buku-buku Indonesia di dunia internasional. Belum tentu dalam 5 tahun mendatang, Indonesia diundang sebagai tamu kehormatan. Ini kesempatan yang sangat langka, bisa dibilang sekali seumur hidup,” tandasnya.

Indonesia, katanya, memiliki banyak penulis berbakat, tapi secara keseluruhan hanya beberapa saja yang karyanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing.

Apa yang dapat kita lakukan untuk mengubah keadaan ini? Karenanya, ia menambahkan, penerbit juga harus memanfaatkan momentum itu untuk ikut serta dalam pameran terlama itu. (tety)

Related posts

Wanita Saudi Harus Ditemani Kerabat Pria Saat Berobat

Tety Polmasari

Program Akon Lighting Gandeng Kemensos Terangi Suku Anak Dalam

Tety Polmasari

Jadi Sentra Buah dan Sayur, Wagub DKI Resmikan ‘Lokbin Pasar Minggu’

Tety Polmasari

Leave a Comment