21 C
New York
14/06/2021
Aktual

SBY: Buru Pelaku Pembakaran Lahan dan Hutan

JAKARTA (Pos Sore) — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan aparat untuk memburu pelaku pembakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau.

Diungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Presiden SBY memerintahkan agar penegakan hukum lebih digiatkan.

“Menindaklanjuti perintah Presiden agar penegakan hukum lebih digiatkan maka telah ditambah kekuatan personel satgas penegakan hukum yaitu 582 personel dari Polri dan PPNS di Kemhut dan KLH. Satgas ini akan memburu para perambah hutan dan pembakar lahan dan hutan,”ungkapnya dalam rilisnya, kemarin.

Menurut dia, tahapan prosedur penegakan hukum diharapkan dapat dipercepat. Kepala BNPB, Syamsul Maarif, sendiri telah meminta PPNS di Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, dan Pemda lebih intensif dalam penegakan hukum.

“Penegakan hukum diterapkan sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana dan mitigasi sehingga ruang gerak individu atau kelompok yang membakar menjadi tidak leluasa,”ungkapnya presiden.

Sementara itu, dampak pembakaran lahan dan hutan di Riau makin meluas. Hampir keseluruhan wilayah di Riau dan Sumatera Barat tertutup kabut oleh kabut asap.

“Arah angin yang dominan dari timur laut ke barat daya membawa asap menyebabkan asap meluas. Asap kebakaran lahan dan hutan di Malaysia sebagian juga menyebar ke Selat Malaka dan wilayah Riau,” kata Sutopo.

Menurutnya, terpantau dari satelit NOAA18 ada 46 titik dan dari satelit Modis ada 137 titik di Riau. Titik api ini lebih rendah dibandingkan dengan data sehari sebelumnya ada 168 titik dari NOAA18 dan 2.046 titik dari Modis.

Dampak asap ini hanya menyisakan jarak pandang 300 meter di Pekanbaru pada pukul 08.00 -12.00 Wib. Kondisi kualitas udara sudah pada level berbahaya di sebagian besar daerah di Riau. Sebanyak 55 ribu jiwa menderita penyakit akibat asap seperti ISPA, pneumonia, asma, iritasi mata dan kulit.

Sementara untuk mengatasi bencana asap di Riau, hari ini (Jumat, 14/3) dikerahkan pesawat Hercules C-130 untuk modifikasi cuaca dengan homebase Lanud Halim PK, Jakarta.

Selain itu juga akan dioperasikan enam unit ground based generator sistem sprayer di bandara SSK II Pekanbaru untuk mengurangi kepekatan asap sehingga jarak pandang di bandara diharapkan dapat lebih baik dan penerbangan dapat dilakukan.(fent)

Related posts

Penguatan Lembaga Dapat Antisipasi Lonjakan Laju Penduduk

Tety Polmasari

Menko PMK : Pemerintah Tak Mungkin Halangi Guru Berorganisasi

Tety Polmasari

Africa – Wholesaler Exporter And Distributor Swaziland And Lesotho

Tety Polmasari

Leave a Comment