Kepala BMKG: Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Bangsa

Sabtu, 15 Mar 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Indonesia bakal menjadi negara gagal akibat perubahan iklim? Bisa saja itu terjadi. Lihat saja kejadian di Afrika. Konflik di negara itu awalnya disebabkan menghilangnya sumberdaya air, yang memunculkan konflik antarsuku.

Dari konflik ini, memunculkan kemiskinan dan penderitaan bagi rakyat. Dampaknya, sebagian warga ke luar dari negaranya, sebagian yang lain menjadi pembajak, dan sebagian lainnya menanamkan bibit-bibit terorism. Kini, Afrika menjadi negara yang gagal.

“Ternyata perkiraan dunia yang menyebut perubahan iklim sebagai ancaman ketahanan suatu bangsa, terbukti. Indonesia bisa saja menjadi negara gagal jika tidak diantisipasi sedari awal,” tandas Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), DR. Andi Eka Sakya, terkait peringatan Hari Meteorologi Dunia bertema ‘Cuaca dan Iklim Mengundang Partsipasi Kaum Muda’, di kantor BMKG, kemarin.

Ia mengatakan, Indonesia menjadi negara yang sangat menderita akibat perubahan iklim. Wilayah Indonesia yang 2/3 laut dengan 17500 pulau akan terkena gejala perubahan dinamika perubahan cuaca. Pulau-pulau Indonesia akan berpotensi hilang, dan itu sangat mungkin terjadi.

“Indonesia menghadapi satu persoalan dengan pemanasan global dan perubahan iklim. Ini harus diantisipasi dari awal,” tandasnya.

Karenanya, perlu diantisipasi melalui mitigasi mengingat dari perubahan iklim itu akan memunculkan bencana-bencana, terutama bencana banjir atau hidrologi. Meski hujan makin pendek, tapi sumberdaya air berlimpah sehingga banjir tetap terjadi.

“Kalau kejadian bencana terus terjadi secara masif, bisa mengancam Indonesia,” ujarnya.

Dampak lain yang harus diperhatikan akibat perubahan iklim yaitu terjadinya ‘kekacauan’ program ketahanan pangan. Kegagalan panen akibat musim hujan dan musim kemarau, harus dicarikan jalan keluarnya. (tety)