11.8 C
New York
06/05/2021
Aktual

Tawanan Mesir Rutin Disiksa

KAIRO — Banyak tawanan, termasuk remaja, kerap mengalami penyiksaan keji, pelecehan seksual dan kejut listrik di Mesir.  Sebanyak 20.000 orang diperkirakan telah ditahan sejak Juli lalu dalam berbagai aksi razia penumpasan para pembangkang.  Jumlah tahanan yang disiksa kini bertambah termasuk tahanan di kantor polisi dan penjara.  Namun tuduhan itu dibantah pemerintah interim dukungan militer.

Bagi Ahmed Abdel Fattah (15), masalah dimulai pada 24 Januari lalu ketika kecintaannya pada telepon seluler justru membuatnya masuk penjara. Saat itu ia menggunakan ponsel untuk merekam aksi protes gerakkan Islam dekat rumahnya di Propinsi Sharqiya, utara Kairo.  Ketika beberapa preman lokal mencoba mencuri ponselnya, ia menolak menyerahkannya sehingga mereka menangkap dan menyerahkannya ke penjara.  Selama 34 hari di tahanan polisi, ia mengalami penyiksaan.  “Mereka menyengat listrik ke bagian sensitif seperti punggung, di lengan dan di selangkangan,” katanya.

“Saat tubuh disengat listrik, saya terjatuh dan tak bisa berdiri. Saat itulah mereka memukuli saya. Kadangkala mereka melempar air untuk meningkat voltase,” ujarnya.

Ahmed mendapat perhatian khusus dari polisi karena dicurigai sebagai anggota gerakan Ikhwanul Muslimin yang dilarang.  Polisi menuduhnya telah melancarkan serangan bom molotov, namun tuduhan itu dibantahnya.  Ayahnya, Abdel Fattah, seorang pengawas sekolah, mengatakan Ahmed mengidap epilepsi dan kesehatannya terus memburuk sejak penangkapannya.

Banyak korban, yang umumnya ditangkap karena ikut protes,  tak berani menceritakan penderitaan mereka setelah keluar dari tahanan. Namun sebagian dari mereka bersedia memberi informasi tentang tahanan lain yang mau bercerita dan bersaksi tentang berbagai penyiksaan.  Berbagai LSM menuding pemerintah kini telah kembali ke cara penyiksaan yang sistematik seperti di era pemerintahan Hosni Mubarak.  Sementara tahanan wanita kerap mengalami pelecehan seksual atau ancaman perkosaan. Mereka dibawa polisi ke rumah sakit untuk menjalani tes kehamilan. Lalu para tahanan wanita digiring dengan tangan diborgol berjalan mengelilingi rumah sakit agar ditonton orang-orang.

Saat ini orang mudah ditangkap. Cukup dengan mengikuti aksi protes dan saat berjalan kaki. Sekitar 20.000 orang telah ditangkap dalam aksi razia brutal terhadap para pembangkang sejak tergulingnya Presiden terpilihdari kubu Islam, Mohammed Morsi pada Juli lalu.  Ironisnya lebih dari 1.000 orang ditangkap pada 25 Januari lalu, untuk memperingati tiga tahun revolusi yang menggulingkan Hosni Mubarak.  Ironisnya pemerintah menyangkal semua tuduhan itu. Bahkan banyak pelakunya yang tidak dihukum.  Mesir kini sedang menjelang pemilu. Mantan panglima AB Abdul Fattah al-Sisi diperkirakan bakal menjadi penguasa yang keji. Banyak orang khawatir penyiksaan bakal makin meningkat bila ia terpilih sebagai presiden.(bbc/meidia)

 

Related posts

Biosains Rapid Test GAD65 Pemenang IndoHCF Innovation Awards 2018 untuk Kategori Inovasi Alkes

Tety Polmasari

Capres, Semut Ireng pun Dukung Jokowi

Tety Polmasari

Kadar LDL dalam Darah Tinggi Picu Timbulnya Stroke

Tety Polmasari

Leave a Comment