11.7 C
New York
11/05/2021
Aktual Gaya Hidup

Bebas Sariawan dengan Herbal

Hampir setiap orang pernah mengalami sariawan, baik ringan maupun berat. Terkadang sariawan ini dapat mengganggu fungsi fisiologis seseorang. Sariawan biasanya ditandai dengan rasa nyeri dan terkadang menimbulkan peradangan.

Ternyata stress, trauma dan gangguan pencernaan bisa membuat seseorang terkena sariawan. Namun, kelelahan dan kurang minum air juga bisa membuat kita terkena ‘penyakit panas dalam’ itu.

Salah satu cara meredakan sariawan dengan ramuan herbal yang telah diketahui sejak lama. “Saat ini sudah menjadi tren masyarakat mengonsumsi obat herbal yang khasiatnya setara dengan obat konvensional,” kata Dr. Abrijanto SB, Business Developmen Director PT Deltomed Laboratories, pada peluncuran Kuldon Sariawan, di Jakarta, Rabu (16/4).

Sebenarnya banyak ragam bahan alami yang ada di sekitar kita yang berfungsi sebagai obat herbal. Misalnya, daun saga manis, bunga krisan, dan alang-alang. Namun, kunci khasiatnya terletak pada bagaimana kita mengolah bahan alami tersebut agar bermanfaat dan tidak menimbulkan efek negatif untuk kesehatan.

“Kuldon Sariawan ini mengandung formula herbal yang memiliki manfaat setara dengan pengobatan medis,” tambahnya.

Formula herbal yang ada di Kuldon Sariawan ini antara lain daun saga manis yang mengandung glycyrrhizin yang berfungsi sebagai anti radang. Juga bunga krisan dan akar alang-alang yang berkhasiat menyegarkan serta mengurangi rasa sakit.

Selain itu, untuk hasil lebih efektif, ditambahkan ekstrak Licorice dan ekstrak herba timi, yang sejak lama sudah dikenal sebagai antiradang. Herba timi juga berkhasiat sebagai antiseptik.

“Sebagai perusahaan farmasi nasional berbasis herbal, kami konsisten mengembangkan obat herbal produksi Indoneisa. Produk terbaru kami ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan obat herbal yang dapat meredakan sariawan,” kata CEO PT Deltomed Laboratories, Mulyo Raharjo.

Karena kandungannya terbuat dari bahan alami, obat herbal ini aman dikonsumsi dewasa dan anak di atas usia 6 tahun. (tety)

Related posts

Top 25 Signs That it is The perfect time to Change design of Your web site

Tety Polmasari

Fraksi PKS DPR RI: Aneh di Tengah Surplus, Masih Ada Desa di Indonesia Gelap Gulita

Akhir Tanjung

Dirjen IAEA Berikan Kuliah Umum Mahasiswa UI Depok

Tety Polmasari

Leave a Comment