11.7 C
New York
11/05/2021
Aktual

KARTINI MUDA LEBIH BERPENDIDIKAN DAN MAJU

Oleh Prof. Dr. Haryono Suyono

HARI Senin baru lalu  adalah hari lahir Ibu kita Kartini dan biasa disebut sebagai Hari Kartini. Ibu Kartini adalah seorang pelopor perjuangan kaum perempuan di Indonesia. Memperingati Hari Kartini kita diingatkan pada jaman beliau dilahirkan dimana kaum ibu masih dianggap sebagai seseorang yang berada di belakang dalam setiap keluarga. Oleh karena itu pada jamannya, biarpun Ibu Kartini adalah seorang isteri pejabat tinggi tetapi perannya dalam keluarga sangat terbatas dalam lingkungan keluarganya saja. Secara kebetulan Ibu Kartini mempunyai seorang teman dari negari Belanda yang kemudian menyiarkan secara luas korespondennya ke luar rumah tangganya dan membawa dampak yang sangat luas.

Akibat dari rangsangan yang sangat positif dari semangat Ibu kita Kartini itu, Kartini muda dewasa ini menjadi sangat maju. Umumnya Kartini muda dewasa ini mengikuti pendidikan sama dengan kawan-kawannya kaum lelaki sehingga tidak jarang Kartini muda menjadi pemimpin bangsa dalam berbagai bidang. Pernah ada Presiden RI dijabat oleh seorang Ibu, yaitu Ibu Megawati Soekarnoputri. Dewasa ini banyak sekali Menteri yang dijabat oleh seorang Ibu, suatu kemajuan yang luar biasa karena biasanya kalau seorang Ibu hanya diberikan jabatan sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan. Sekarang seorang Ibu bisa menjadi Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, serta jabatan Menteri lainnya, tidak saja sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan.

Ada lagi jabatan penting lainnya seperti Dirut Pertamina, Dirjen, Direktur, bahkan ada pula Gubernur, Bupati dan Walikota yang dijabat oleh seorang Ibu. Kepemimpinan kaum perempuan itu tidak kalah dengan kaum lelaki dan banyak kejadian kepemimpinan kaum perempuan melebihi kehebatannya disbanding kaum lelaki. Seorang perempuan bisa menjadi pemimpin yang disayangi oleh rakyatnya dan dengan tekun dapat memberikan yang terbaik untuk rakyat banyak. Keunggulan itu dapat dipenuhi dengan baik karena mempunyai naluri yang sangat dekat dengan kemajuannya dalam proses pemberdayaan bersama ibunya di rumah selama tumbuh kembang sebagai anak-anak dan menjelang masa remaja.

Di sekolah-sekolah, kalau di masa lalu anak laki-laki masih dominan, dimasa sekarang anak laki-laki harus berjuang ekstra keras dengan temannya anak perempuan. Banyak kejadian anak perempuan sebagai calon Kartini muda, selama di sekolah mengantongi nilai-niali ujian yang jauh melebihi anak laki-laki. Karena itu tidak jarang jurusan pendidikan tinggi yang biasanya didominasi oleh anak laki-laki, dewasa ini telah banyak diikuti oleh anak perempuan yang akan tumbuh besar menjadi Kartini muda yang tangguh.
Proses kemajuan kaum perempuan yang berkembang sangat pesat sejak Indonesia merdeka itu sekarang sudah sampai kepada tingkat kemajuan politik yang sangat kuat. Keterwakilan kaum perempuan yang sebelumnya ditetapkan sebagai ukuran 30 persen keanggotaan dalam bidang legislatif, makin dikejar dalam kalangan eksekutif pada tingkat kepemimpinan menengah dan atas. Itu semua dibuktikan oleh para pendahulu yang membuktikan bahwa kaum perempuan bisa menjadi pemimpin yang tangguh. Dalam keadaan yang lebih menengah dan bawah, tidak dapat dipungkiri bahwa karyawan kaum perempuan makin mendekati jumlah yang makin seimbang.

Keadaan itu ikut merubah sistem kepemimpinan dalam suatu usaha. Menjadi pemimpin pada jaman sekarang harus mampu menjadi pemimpin dimana bawahannya terdiri dari kaum lelaki dan kaum perempuan. Belum lama, masih dalam tahun 1970-an jumlah pemimpin perempuan tingkat menengah masih relatif kecil. Dan mereka masih merasa harus mendapat ijin dari suaminya apabila ditugasi untuk keperluan keluar kota melaksanakan tugasnya. Sehingga kadang menghambat kemajuan kariernya karena hambatan itu, Keadaan itu sekarang sudah banyak berubah, bahkan makin banyak kaum perempuan karena kariernya harus bekerja terpisah dengan suaminya. Seorang suami bekerja di suatu kota dan isterinya bekerja di kota lain. Mereka baru berkumpul kembali sebagai suami isteri pada akhir minggu bersama anak-anaknya.

Menjadi pemimpin jaman sekarang tidak saja anak buahnya terdiri dari lelaki dan perempuan dari suku yang sama, tetapi mereka berasal dari suku yang berbeda-beda sehingga latar belakang budaya ikut mempengaruhi bagaimana seorang pemimpin harus penuh bijaksana untuk berlaku kepada bawahannya. Kegagalan mengenal budaya dari anak buah yang berbeda suku dan kelaminnya ini bisa fatal dan kepemimpinannya bisa tidak efektif. Oleh karena itu dalam pergaulan selama masa sekolah atau masa kuliah, seseorang perlu belajar mengenal latar belakang budaya dari teman-teman antara kaum perempuan dan kaum lelaki tidak saja dari suku yang sama, tetapi juga dari suku yang berbeda. Perkembangan lain yang menarik juga bahwa kaum perempuan jaman ini menikah bukan saja berbeda suku, tetapi juga berbeda asal negara. Tidak jarang kaum perempuan Indonesia menikah dengan pria dari negara lain karena menjadi teman di masa studinya atau menjadi teman semasa bekerja sama di perusahaan atau kantornya.

Kemajuan yang berkembang dalam lingkungan keluarga bagi Kartini muda telah merambah luas dalam bidang politik, sosial dan budaya sehingga kita dapat berkata bahwa kaum perempuan telah mengalami kemajuan yang pesat dalam berbagai bidang sejak Ibu kita Kartini dilahirkan puluhan tahun yang lalu. Kemajuan itu membawa dampak terhadap anak yang dilahirkannya, pertumbuhannya selama menjadi anak-anak dan menjelang dewasa serta masa matangnya sebagai anak bangsa dengan segala tantangan yang dihadapinya. Mereka menjadi anak bangsa dengan wawasan global yang maju dan dinamis.  (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Damandiri, www.haryono.com).

 

Related posts

Bandara Adi Soemarmo Ditutup Kembali

Tety Polmasari

3 Mayat Remaja Ditemukan Di KBN Marunda

Tety Polmasari

BMKG: Hari Idul Fitri Diprediksi Hujan

Tety Polmasari

Leave a Comment