KISAH MISTERI

KERIS BANTAL NAGA (2)

Sabtu, 10 Mei 2014
Illustrasi: (carvingpumpkin.com)

Oleh MPU WESI GENI

BAGIAN DUA

NAGASASTRA  tidak menjawab, karena lidahnya itu adalah bahagian dari tubuhnya sendiri yang panjang sampai ke ujung ekornya. Tapi Manggir tak menerima kenyataan itu. Ia mencabut kerisnya, dan membabat putus lidah Nagasastra.

Ketika itulah sang naga terkejut, namun  lidahnya sudah putus. Lidah itu berapi seperti petir yang amat dahsyat sehingga seluruh pulau bergoncang karenanya. Dan pulau Naga ini pun terputus-putus di bahagian ekornya, menjadi pulau-pulau kecil di bagian Timur, berubah bentuk seperti harimau. Seiring dengan itu sebelah tangan kanan dan kaki kanan Nagasastra mencekam lereng gunung sedalam-dalamnya, dan telah menyebabkan gunung tempat Manggir bertapa itu meletus seluruhnya, dengan bahagian seluruh puncak dan dasarnya terlempar ke Laut Selatan.

Lobang terbongkarnya gunung itu dimasuki air, yang kemudian menjadi teluk. Konon teluk itu  disebut orang teluk Palabuhan Ratu yang ada sekarang.

Manggir terpental ke angkasa, sungguhpun ia tidak cedera. Demikian juga Nagasastra sendiri. Tapi lahar yang keluar dari gunung yang meletus itu membuat mereka lebur bersama batu. Maka seluruh tubuh Nagasastra yang panjang itu berubah bentuk menjadi naga batu yang terbenang sampai saat ini.

Tangan kanannya yang mencengkam gunung berapi tempat Manggir bertapa masih tampak hingga saat ini.Manggir sendiri berubah ujud menjadi patung batu, yang terkadang berpindah dari gunung ke gunung bila ada sebuah gunung yang akan meletus. Memang bahaya dari tangan kanan anaknya telah berlalu. Tetapi bahaya dari lidah Nagasastra yang putus masih mempengaruhi manusia sampai saat ini.

Lidah yang putus itu turun bersama petir ke Liwe Muser, tempat pertemuan lima muara sungai, sehingga di tempat ini terjadilah lubuk yang dalamnya sampai lima batang bambu, dan terjadi tanah-tanah merekah, berbentuk lima buah guha di tepi air.Seperti petir yang menurunkan pelurunya berbentuk batu perkasa sebesar jempol jari tangan. Terkadang menurunkan gigi petir, sebesar mata kampak, berbentuk gigi manusia bahagian depan.

Demikian juga lidah Nagasastra berubah menjadi keris berbentuk lidah nagayang terbuat dari  logam yang tidak dikenal, karena proses petir yang dahsyat ketika Manggir memenggal lidah anaknya.Keris itu telah terbang ke bahagian Timur pulau ini.

Berkurun-kurun waktu dalam sejarah pemerintahan di pulau ini, keris itu tetap mempunyai tenaga dan pengaruh kepada seluruh manusia yang hidup di pulau ini. Ia mencari jalan, untuk berbuat sesuatu yang berarti dalam kehidupan manusia. Seperti, ia juga dipakai oleh raja-raja yang memerintah pada suatu masa tertentu.Tetapi untuk menguasainya, diperlukan kebijaksanaan yang tinggi.

Setidaknya seperti kebijaksanaan nabi Sulaiman menguasai para Jin. Dan keris itu akan berjalan dari arah Timur pulau Naga yang telah putus ekor ini, sejak dari kebesaran raja-raja di bahagian Timur sampai kepada kebesaran terakhir di bahagian Barat, yang disebut sebagai pakunya alam, Pemangkunya Alam dan Songgoh Alam atas pulau ini.Namun ia mempunyai tumbal yang sangat berbahaya jika manusia tak beriman pada suatu pantangan, sebagai tangkal bahaya itu.

***

Ada enam daerah tetap yang dilalui gerhana matahari total di atas segala kepulauan di dunia ini. Dan tidak ada gerhana matahari yang hanya melewati lautan.

Pusat gerhana pertama adalah Mesir bahagian Selatan, yang menyebabkan Fir’aun sebagai penyebab bala dan menyembah matahari. Yang kedua adalah dataran tinggi Mongolia yang memotong kepulauan Jepang, yang juga beragama Dewa Matahari. Yang ketiga, sepanjang gunung Himalaya sampai ke Thailand yang menjadi pusat penyembahan Matahari.

Yang keempat, bahagaian selatan benua Afrika di mana terdapat suku penyembah matahari. Dan yang kelima, yang memotong Panama, sebagai suku Indian penyembah Dewa Matahari. Yang keenam, pulau Naga ini yang telah berubah menjadi pulau Harimau, dengan ekornya sebagai pulau Madura.

Manggir yang masih tetap menjadi patung batu, tetap berdoa agar ada saja seseorang yang akan mengiringkan jalannya, berusaha untuk menghentikan akibat-akibat buruk dari lidah Nagasastra. Ia takut akan terulang yang kesekian kalinya, penggabungan kekuatan manusia sebagai khalifah di muka bumi bila dikawinkan  dengan tenaga makhluk gaib, seperti mengawini Ratu Perangin-angin.

Seperti juga Sulaiman yang cincin jisimnya dilarikan oleh jin Ifrid, kepala bangsa Jin. Ketika Sulaiman akan buang air, ia menitipkan cincin itu kepada Balkis. Tetapi Ifrid kemudian  datang menyamar menyerupai Sulaiman dan meminta cincin itu kembali. Dua tahun lamanya Sulaiman bersusah payah, mencarinya sampai ke dalam laut sekali pun. Setelah Ifrid berhasil dijumpainya, Ifrid pun berkata, ‘’Hai….nabi Allah, janganlah aniaya aku. Mungkin tenaga ku berguna juga bagi kebesaran. Akan kutunjukkan pula ada tujuh macam tumbuhan yang di bawah kekuasaanku, ditakdirkan Tuhan demikian!’’

Ifrid pun dipekerjakan kembali membuat rumah-rumah ibadah yang besar di zaman Nabi Sulaiman. Tetapi setelah Sulaiman wafat, Sulaiman harus berdiri selama 200 tahun lagi. Sampai ketika tongkatnya lapuk karena dimakam rayap, barukah Ifrid terbebas dari keja beratnya membuat gedung-gedung untuk keperluan rakyat Sulaiman.

‘’Kalau kutahu lebih dulu bahwa ia sudah wafat, tentu aku tidak akan seperti ini selama 200 tahun lamanya kerja paksa,’’seru  Ifrid.

Demikianlah, suatu pertanda bahwa yang gaib dapat saja diperintah-perintah. Tetapi suatu masa nanti, ia akan kembali ke fitrah kejadiannya semula.

Sejarah manusia berulang, sungguh pun dengan warna dan corak yang lain. Karena itu masih ada juga orang yang selalu berusaha untuk memutar seluruh neraca Tuhan. Karena Tuhan pun telah berseru bahwa neraka jahannam itu akan dipenuhi oleh sebahagian besar jin dan manusia.

***

Kemanakah keris Bantal Naga yang datang bersama petir?

Seperti juga semua orang dan qutubarrabani serta  wali-wali mengetahui, bahwa Rahman dan Rahim adalah gelar Tuhan yang utama. Rahim ibu adalah juga tempat kembali segalanya. Maka keris itu pun kembali ke rahim Ratu Perangin-angin.Semua orang terpikat kepada kecantikan Ratu Perangin-angin yang memang cantik itu. Ia telah menyelusuri jejaknya sepanjang pantai Selatan, sehingga akhirnya ia berhenti di Palabuhan Ratu.

Tetapi ada seseorang yang berspekulasi untuk terakhir kalinya. Ia tahu perjalanan Ratu Perangin-angin telah sampai di batas terakhir, yang menuju Ujung Kulon di Palabuhan Ratu. Ia kini berada setentang dengan kaki kanan anaknya sebelah belakang, yang disebut juga sebagai Karang Hau dan ada pula yang menyebut putihnya dengan Sayang Hau.

Dari sekian jumlah suaminya, seluruhnya hampir tidak kuat menerima perjanjian sebagai tumbal pengikat mahar. Tapi yang terakhir ini peroleh tumbal dan berusaha memerintah kekuatan tumbal itu, dengan menerima keris Bantal Naga kembali.

Karena itu pula kepada sang suami diajarkan silat 1000 jurus naga untuk membuka rahasia gaib di sepanjang pantai Selatan. Di samping itu ia mempunyai seorang guru penasihat, Sang Hyang Guru yang berada di pusat laut Palabuhan Ratu yang dalamnya lebih lima kilometer itu.Ketengah laut itulah sang suami Ratu Perangin-angin sekarang sering melepaskan kain putih tergulung dengan isim perjanjian. Dan kain itu akan terbuka dengan sendirinya di tengah air laut,sebagai tanda bahwa Sang Hyang Guru masih menurunkan kebijaksanaannya kepada laki-laki yang berhasil masih hidup mengawini Ratu Perangin-angin.

Sedangkan Manggir masih bertapa seperti manusia berujud batu di atas punggung anaknya yang telah menjadi Gunung Naga di Palabuhan Ratu. Kekuatan sang anak ini dibantu oleh ibunya. Sedang kekuatan suami Perangin-angin dibantu oleh Sang Hyang Guru sebagai penguasa pusat Palabuhan Ratu yang dulunya adalah lobang lahar gunung yang meletus.

Kalau Anda berekreasi ke Palabuhan Ratu, jangan lupa melayangkan pandang kepuncak gunung Jayanti,  yang sebenarnya adalah kepala Nagasastra, yang ekornya dahulu melilit gunung berapi, yang digantikan oleh Teluk Palabuhan Ratu sekarang. Lidah Nagasastra terputus tepat pada air Cimandiri sekarang yang disebut juga sebagai bagbagan (berbahagian).Tangan naga bagian kanan dapat Anda datangi sebagai Guha Gedung Manik Taman Sirimegandari Patuguran. Demikian. (Ikuti terus kisah berikutnya/ras)

 

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015