Harapan GPPI Terhadap Presiden Terpilih

Senin, 19 Mei 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) punya harapan besar terhadap Presiden baru. GPPI yang diketuai Soedjai Kartasasmita ini berharap Presiden baru terpilih bisa pro terhadap sektor kelapa sawit. Dengan begitu, industri kelapa sawit bisa menjadi komoditas unggul bagi Indonesia.

“Pemerintah harus lebih peduli dan mendukung industri kelapa sawit karena potensinya yang sangat besar. Apalagi saat ini, industri hilir minyak sawit tanah air mengarah pada energi terbarukan yakni biodiesel,” katanya, Senin (19/5), saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan International Conference and Exhibition On Palm Oil 2014 (ICE-PO 2014) pada 26-28 Mei 2014 di Jakarta Convention Center.

Menurutnya, pengembangan perkebunan dan agro industri CPO tidak hanya terintegrasi dalam perkebunan dan bisnis kelapa sawit. Tapi juga dapat diintegrasikan dengan usaha lain berorientasi pada industri turunan minyak sawit.

Dalam catatan GPPI, setelah hampir 10 tahun masa pemerintahan SBY, industri kelapa sawit berkembang. Terlihat dari peningkatan produksi. Sejak 2006, Indonesia telah menjadi produsen CPO terbesar dunia, mengalahkan Malaysia. Meski, peningkatan produksi terjadi karena perluasan areal perkebunan selama tahun 2003 sampai 2013 bertambah dari 5 juta hektare (ha) menjadi 9 juta ha.

GPPI pun menyarankan agar pemerintah baru ke depan tidak hanya fokus pada sertifikasi minyak sawit. Namun juga pada pengembangan energi biodiesel dari minyak sawit. “Kita berharap pemerintahan baru mendatang semakin peduli dan mendukung industri kelapa sawit karena potensinya masih sangat besar,” tandasnya. (tety)