10.8 C
New York
12/05/2021
Aktual

Muhaimin Usulkan Sertifikat Standar Kompetensi Kerja ASEAN

JAKARTA (Pos Sore) — Komitmen negara-negara anggota ASEAN untuk bekerja sama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam menghadapi Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community /AEC) pada 2015.

Bila kualitas dan standarisasi kompetensi kerja SDM telah disiapkan sejak dini, maka ASEAN siap menghadapi tantangan era globalisasi yang penuh dengan persaingan dengan negara-negara maju di belahan dunia lainnya.

“Standar kompetensi sumber daya manusia harus segera disiapkan untuk menentukan masa depan ASEAN dalam menghadapai era globalisasi. Oleh karena itu, semua negara ASEAN harus segera menyiapkan standar keterampilan, keahlian dan kompetensi kerja untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keteranga pers Pusat Humas Kemnakertrans, Kamis (22/5).

Di depan peserta yang terdiri dari para Menteri Tenaga Kerja Asean ke-23 atau Asean Labour Minister Meeting (ALMM), Muhaimin mengatakan upaya bersama dari negara-negara ASEAN untuk meningkatkan pembinaan sumber daya manusia harus dilakukan melalui standarisasi pelatihan dan kompetisi kerja.

Setelah penerapan standarisasi pelatihan kompetensi dan keterampilan kerja, lanjut Muhaimin, negara-negara Asean harus menggalang komitmen untuk membuat sertifikasi standard kompetneis kerja yang diakui oleh semua negara ASEAN. Hal ini pun diharapkan dapat saling menumbuhkan kerjasama penyediaan tenaga kerja yang berkualitas di tahun 2015, Kata Muhaimin.

“Jika komunitas ASEAN dipenuhi banyak tenaga kerja yang mengantongi standar kompetensi internasional, maka ASEAN niscaya akan menjadi pusat pertumbuhan di kawasan Asia, bahkan dunia. Sehingga tujuan bersama untuk meningkatnya kesejahteraan rakyat dapat segera tercapai,” kata Muhaimin.

ASEAN, kata Muhaimin harus segera mengejar ketertinggalan di bidang ketenagakerjaan dari negara-negara maju. Kerja sama regional di bidang ketenagakerjaan dibutuhkan untuk saling membantu antar negara ASEAN sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan negara dan wilayah.

Pemerintah Indonesia telah memperkuat aspek pelatihan kompetensi dan keterampilan kerja untuk mendukung dunia pendidikan. Hal ini dibutuhkan agar para lulusan pendidikan dapat segera memasuki pasar kerja dan industri.

Tentang perlindungan pekerja migran, Muhaimin menekankan perlunya upaya-upaya mempercepat pelaksanaan komitmen bersama negara-negara dalam meningkatkan perlindungan pekerja migran yang bekerja di wilayah regional ASEAN.

“Dengan semangat ASEAN kita semua harus memiliki keinginan dan harapan yang sama terhadap pengembangan Instrumen perlindungan dan pemajuan hak-hak pekerja migran dan keluarganya di kawasan ASEAN ini,” kata Muhaimin.

Negara-negara ASEAN terus berupaya untuk memajukan dan meningkatkan perlindungan yang efektif bagi para pekerja migran. Selain itu, negara-negara ASEAN pun berkomitmen untuk bekerja sama dalam peningkatan instrumen ASEAN tentang perlindungan dan promosi hak-hak pekerja migran yang diwujudkan melalui penanganan bersama terhadap pekerja migran serta pelarangan pengiriman anak-anak di bawah umur sebagai pekerja migran. (hasyim)

Related posts

Pelantikan 4 Anggota PAW MPR

Tety Polmasari

Wali Garap Album ‘Antara Aku Kau dan Batu Akikku’

Tety Polmasari

Top 20 Methods to Make Your Website Trustworthy To Your Visitors

Tety Polmasari

Leave a Comment