SBY Beri Muhaimin Rapor Merah

Rabu, 4 Jun 2014

JAKARTA (Pos Sore) -— Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi segera mengoptimalkan kinerja Direktorat Jenderal Transmigrasi menyusul rapor merah dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada kementerian yang dipimpin Muhaimin Iskandar.

Menakertrans kepda wartawan, Rabu (4/6) mengatakan mengakui bahwa rapor merah memang diberikan oleh Presiden SBY terkait dengan gagalnya aksi penyempurnaan keterbukaan informasi tata kelola hutan dan lahan gambut di kawasan transmigrasi.

Berdasarkan pendataan yang selama ini dilakukan, masih ada rancu antara lahan gambut dan lahan biasa. “Untuk membenahi kinerja, kita akan optimalkan pendataan lahan gambut yang tersebar di seluruh Tanah Air,” katanya.

Selain kerancuan klasifikasi lahan, menurut Muhaimin, sistem informasi pendataan lahan gambut yang ada di daerah juga belum terintegrasi ke dalam sistem pendataan yang ada di kemenakertrans. “Jadi, pendataan lahan gambut di pusat berisiko semakin sulit.”

Setelah itu, jelasnya, kementerian akan mempercepat penyusunan database informasi dan Daftar Informasi Publik sehingga data lahan gambut yang dibutuhkan oleh publik dapat segera diakses.

Pendataan lahan gambut di kawasan transmigrasi tersebut, lanjutnya, merupakan satu-satunya program pembangunan yang tidak mencapai target. Sesuai 15 item pokok penilaian Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), kemenakertrans memperoleh 1 nilai rapor merah, 1 rapor kuning, 12 rapor hijau (mencapai target), serta 1 rapor biru (melebihi target).

Adapun terkait kinerja hubungan industrial yang melibatkan pengusaha dan pekerja, jelas Muhaimin, kemenakertrans mendapat nilai hijau. “Untuk penyelesaian kasus outsourcing di BUMN pun kita sudah terbitkan skema penyelesaian. (hasyim)