Masjid Glasgow Kumandangkan Azan Selama Pertandingan

LONDON  (Pos Sore) — Ini kabar baik bagi muslim di Glasgow, Skotlandia, Inggris. Dewan kota setempat mengizinkan masjid Glasgow untuk mengumandangkan azan salat magrib untuk berbuka puasa selama bulan Ramadan. Keputusan ini dikeluarkan menjelang musim pertandingan antara negara persemakmuran Commonwealth Games, Juli mendatang di Glasgow. Para atlet punya kesempatan untuk mendengar suara azan dari Masjid Sentral Glasgow setiap malam.

“Masjid ini terletak di Gorbals, dekat dengan permukiman desa para atlet. Kami mendapat nasihat dari Komite Persemakmuran bahwa sekitar 400 atlet dan staf pendukung akan menjalankan ibadah puasa. Jadi ketika mendengar suara azan untuk salat magrib, mereka dapat berbuka puasa,” ujar Nabeel Sheikh, sekretaris umum Masjid Sentral Glasgow.

“Kami bukan hanya melayani kebutuhan pata atlet, tapi juga keluarga mereka, para ofisial, awak media massa dan pengunjung yang datang ke kota ini,” tambah Sheikh.

Pertandingan Antarnegara Persemakmuran 2014, resminya adalah XX Commonwealth Games, akan digelar di Glasgow, Skotlandia, Inggris. Pertandingan berlangsung selama 11 hari dari 23 Juli hingga 3 Agustus 2014. Azan akan dikumandangkan sekali sehari mulai 10 Juli hingga 4 Agustus sekitar pukul 10 malam.

Ramadan diperkirakan berlangsung mulai 29 Juni.  Pekan terakhir bulan suci ini bertepatan dengan pekan pertama pertandingan, yang dimulai pada 23 Juli.

Menyusul putusan itu, para petugas dari departemen kesehatan lingkungan di Glasgow pekan lalu mengunjungi masjid terbesar di Skotlandia. Kedatangan mereka untuk memastikan agar suara azan dikumandangkan dalam batas wajar dan tidak sampai melebihi batas kebisingan yang diizinkan.

Masjid di Gorbals ini terletak berdekatan dengan desa atlet dimana sekitar 400 atlet muslim dan pendukungnya akan berpuasa selama Ramadan.

Tercatat lebih dari 50.000 orang muslim tinggal di Skotlandia dan mewakili 1,4 persen penduduk. Komunitas muslim adalah kelompok agama terbesar kedua di Inggris, yang memiliki 30 masjid.

Menyusul serangkaian aksi perang salib yang dilancarkan orang Kristen ke beberapa masjid di Glasgow oleh anggota kelompok kanan jauh Britain First, kumandang azan selama kompetisi merupakan peluang untuk menyoroti sikap terbuka masyarakat Glasgow. “Banyak teman kami yang nonmuslim yang pernah berkunjung ke Dubai, Tunisia atau Turki dan mendengar suara azan mengaku pada saya akan dampak positif saat mendengar suara azan,” tutur Sheikh.

“Media massa dunia juga akan ada di Glasgow. Mereka akan merasakan kesan positif di kota ini dan melihat toleransi dan sikap terbuka orang-orang Glasgow yang dikenal dengan nama Glaswegian,” paparnya.

Dukungan atas putusan itu juga datang dari berbagai instansi dan kepolisian.(onislam/meidia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!