Bingung Kurikulum 2013, Konsultansi ke Klinik Guru

Rabu, 6 Agu 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan, guru yang kebingungan dengan Kurikulum 2013 dapat berkonsultasi di klinik guru yang dibuka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Klinik itu sengaja didirikan untuk mengatasi persoalan guru dalam penerapan Kurikulum 2013.

Nuh mengatakan, klinik tersebut terdapat di sejumlah daerah di Tanah Air. Guru bisa datang ke klinik guru yang ada di setiap Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) di daerahnya. “Selain itu, guru juga bisa berkonsultasi melalui sistem online,” katanya, kemarin.

Nuh menambahkan, sebelum mengajarkan Kurikulum 2013, maka guru harus paham dahulu mengenai materi yang akan diajarkan. “Mungkin masih ada yang belum paham saat pelatihan, bisa melakukan konsultasi di klinik guru.”

Nilai rata-rata nasional guru yang mengikuti pelatihan adalah 71. Adapun nilai terendah yang diperoleh guru adalah 40, sedangkan nilai tertinggi mencapai 93. “Kalau dilihat dari kurva atau grafik oleh Kemdikbud, tidak sampai 10 persen guru di seluruh Indonesia yang meraih nilai terendah,” ungkapnya.

Kurikulum 2013 ini diterapkan sepenuhnya pada seluruh tingkatan sekolah di Indonesia mulai tahun ajaran 2014/2015. Kemdikbud sebelumnya melatih sebanyak 1,3 juta guru untuk persiapan penerapan kurikulum tersebut. “Diperkirakan hanya tersisa 85.000 guru yang masih menunggu pelatihan,” ungkapnya.

Selain itu, memberikan buku pelajaran Kurikulum 2013 secara gratis kepada sekolah, kemudian dibagikan kepada siswanya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015