Kenaikan Tarif Transaksi ATM Ditunda

Selasa, 30 Sep 2014
Transaksi di ATM

JAKARTA (Pos Sore) — Nasabah perbankan bisa bernafas legas. Pasalnya rencana kenaikan tarif transaksi di┬ájaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bakal ditunda sebulan.

Provider ATM Prima, ATM Bersama, ALTO, dan bank anggota sepakat menunda kenaikan tarif transaksi antarbank di mesin teller otomatis (ATM) hingga bulan depan.

Menurut Hermawan Tjandra, SVP Marketing Rintis Sejahtera (ATM Prima), realisasi kenaikan tarif transaksi antar bank di ATM mundur dari rencana awal 1 Oktober menjadi 1 November. Alasannya, “Supaya bank punya cukup waktu untuk sosialisasi ke nasabah,” jelas Hermawan, kemarin.

Realisasi kenaikan tarif transaksi antar bank di ATM mundur dari rencana awal 1 Oktober menjadi 1 November. “

Penundaan kenaikan tarif ini juga sudah diketahui oleh bank pelaksana. Direktur Ritel Bank Bukopin Agus Hernawan mengatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan perihal penundaan pelaksanaan kenaikan tarif transaksi ATM dari pihak ATM Bersama dan ATM Prima.

“Mereka perlu sosialisasi ke perbankan dan sebaliknya, bank perlu juga sosialisasi ke nasabah,” kata Agus.

Selain sosialisasi, provider jaringan mesin ATM pun menghitung secara cermat efek kenaikan tarif.

“Mereka perlu sosialisasi ke perbankan dan sebaliknya, bank perlu juga sosialisasi ke nasabah.”

Prediksi ATM Prima, kenaikan tarif tidak bakal menyusutkan minat nasabah melakukan kegiatan transaksi antar bank. “Pengaruh ke volume transaksi pasti ada. Tapi tidak akan terlalu signifikan,” katanya.

Sejatinya, penundaan kenaikan tarif merupakan imbas dari respon Bank Indonesia (BI) yang berencana mengatur tarif transaksi antar bank di ATM.

Selama ini, penentuan besaran tarif transaksi ATM merupakan wewenang bank dan provider jaringan ATM alias pelaku pasar. Belum lama ini, BI berniat menentukan besaran tarif ATM lantaran dianggap terlalu tinggi.

“Selama ini, penentuan besaran tarif transaksi ATM merupakan wewenang bank dan provider jaringan ATM alias pelaku pasar.”

Sebagai otoritas sistem pembayaran, BI menuntut bank dan provider jaringan ATM transparan tentang tarif, termasuk sebab musabab kenaikan tarif. Seperti diketahui, bank dan provider jaringan ATM berniat menaikkan tarif transaksi antar bank di ATM sebesar 50%. Tarif transfer ke bank berbeda akan menjadi Rp 7.500 dari sebelumnya Rp 5.000 per transaksi. (fent)