Setya Novanto: Jadikan DPR Sebagai Rumah Rakyat

Jumat, 3 Okt 2014
Setya Novanto

JAKARTA (Pos Sore) — Penampilannya tenang dan berbicara seadaanya. Dia tidak saja sukses dalam menggeluti dunia bisnis, tapi juga sebagai politisi. 

Dia adalah Setya Novanto yang mencapai karir tertingginya di bidang politik sebagai Ketua DPR RI periode 2014-2019.

Kader partai Golkar ini terpilih sebagai Ketua DPR dalam Rapat Paripurna DPR yang berlangsung Kamis (2/10) dinihari.

“Insya Allah kami akan berusaha melaksanakan amanat yang diberikan kepada kami untuk menjadi wakil rakyat yang amanah, dan akuntabel. Kami minta dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia dan kerjasama yang konstruktif dengan lembaga negara lainnya,” janji Setya Novanto setelah mengucapkan sumpah dan jabatan sebagai Pimpinan DPR yang dipandu Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali.

“Insya Allah kami akan berusaha melaksanakan amanat yang diberikan kepada kami untuk menjadi wakil rakyat yang amanah, dan akuntabel.”

Mantan bendahara KONI Pusat ini mulai menggeluti dunia politik setelah dia sukses menjadi seorang pengusaha. Pertama dia bergabung dengan Organisasi Bahumas Kosgoro dan juga PPK Kosgoro 1957.

Disamping itu juga aktif sebagai kader Golkar, pengurus KONI serta organisasi kemasyarakatan lainnya.

Pada Pemilu 1999, pria kelahiran Bandung 12 November 1954 tersebut ikut maju sebagai calon anggota DPR dari Partai Golkar. Pada waktu itu dia langsung lolos ke Senayan.

Kesuksesan Setya Novanto berlanjut sampai Pemilu 2014. Dengan demikian, dia sudah 4 periode dengan periode sekarang menjadi anggota DPR.

Posisi Penting

Di partai pohon beringin pun dia menempati posisi penting, yaitu sebagai bendahara DPP Partai Golkar. Bahkan di Fraksi Partai Golkar di DPR, dia juga dipercaya sebagai bendahara dan terakhir sebagai ketua Fraksi Partai Golkar.

Sebagai Ketua DPR yang baru, Setya Novanto ingin menciptakan suasana baru Senayan, yaitu akan menjadikan DPR sebagai rumah rakyat yang sesungguhnya.

 “Sebagai Ketua DPR yang baru, dia ingin menciptakan suasana baru Senayan, yaitu akan menjadikan DPR sebagai rumah rakyat yang sesungguhnya.”

Karena itu, dia mengajak seluruh anggota Dewan untuk menjadikan Gedung DPR sebagai the real rumah rakyat, atau rumah rakyat yang sesungguhnya.

“Kami mengajak untuk menjadikan gedung DPR menjadi the real rumah rakyat, atau rumah rakyat yang sesungguhnya. Tujuan saya adalah hendak membuka lebar-lebar gedung DPR ini bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasinya, sesuai mekanisme yang ada. Dewan harus bisa merespon tuntutan rakyat,” ajak Setya.

Kontrol Rakyat

Upaya ini, tambah Setya, dapat dilakukan melalui rapat-rapat Dewan yang bersikap terbuka. Mekanisme pembahasan RUU juga perlu dilakukan lebih efektif. Aturan-aturan berkaitan dengan kehadiran anggota dalam rapat-rapat dan aturan mengenai kuorum rapat juga perlu ditata kembali.

Ia juga berharap masyarakat dapat ikut mengontrol lembaga negara ini dengan niat untuk memberikan kritik yang konstruktif, serta perlunya aspirasi atau dukungan terhadap langkah DPR dengan mewujudkan iklim demokrasi yang lebih baik dan terkonsolidasi.

Karena, tanpa kritik dan dukungan, akan sulit bagi DPR periode ini dapat memberikan kinerja yang terbaik.

“Kita datang dari berbagai partai politik, dan kita telah berkompetisi dalam pemilu lalu. Namun sejatinya, kita semua adalah satu dalam konteks mengemban amanat rakyat.’

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh anggota DPR telah bersumpah untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, yang pada hakikatnya adalah investasi dari ikrar 560 Anggota Dewan untuk berjuang, mengartikulasikan dan mengagresikan segala kepentingan rakyat secara keseluruhan, melalui pelaksanaan tugas dan fungsi dewan, baik di legislasi, pengawasan maupun anggaran.

“Kita datang dari berbagai partai politik, dan kita telah berkompetisi dalam pemilu lalu. Namun sejatinya, kita semua adalah satu dalam konteks mengemban amanat rakyat yang telah memberikan suaranya pada pemilu lalu. Kita adalah wakil-wakil rakyat yang legitimasi, oleh karena itu, kita tidak boleh mengkhianati amanat dan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat. Tanpa partisipasi rakyat dalam Pemilu yang lalu, mustahil kita akan menjadi Anggota DPR-RI,” imbuh Setya.

Politisi asal Dapil Nusa Tenggara Timur ini menyadari bahwa tugas sebagai Pimpinan Dewan sangatlah berat, namun di satu sisi juga sangat mulia. Memimpin lembaga perwakilan rakyat, tambah Setya, merupakan posisi strategis dalam mengarahkan pelaksanaan peran, tugas, fungsi dan wewenang DPR untuk lima tahun kedepan.

“Walaupun pimpinan bukan merupakan atasan bagi Anggota DPR, namun kami harus menjaga agar lembaga kita ini menjadi lembaga yang mendapatkan kepercayaan rakyat untuk mengemban fungsi-fungsi konstitusional, menjaga agar proses demokrasi tetap berjalan, sesuai rambu-rambu konstitusi. Oleh karena itu, perkenankanlah kami memohon dukungan, kritik yang konstruktif serta doa agar kami senantiasa mendapat kekuatan dalam menjalankan amanat ini,” pinta Setya. (akhir)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015