Wayang Orang Mahabandhana Sajikan Potret Politik

Selasa, 7 Okt 2014
wayang wong Mahabandhana

JAKARTA (Pos Sore) — Pentas wayang wong Mahabandhana yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) mendapat sambuatan dari masyarakat penonton.

Pertunjukan yang mengangkat sumber dari keaslian wayang wong Istana Mangkunegara Itu dikemas lebih kreatif dan inovatif disesuaikan dengan realita yang terjadi di Indonesia.

Tak heran jika beberapa adegannya sedikit menggelitik menggambarkan tentang situasi perpolitikan Indonesia yang sedang memanas. “Seni tradisi sudah seharusnya mencari posisi strategis kultural yang merepresentasikan dirinya sebagai modal budaya. Oleh karena itu, ekspresi artistik dalam seni tradisi harus direkonstruksi secara kreatif,” kata salah satu pemain Mahabandhana Eny Sulistyowati, sebelum pertunjukan.

Pergelaran Wayang Wong Mahabandhana
Pergelaran wayang wong Mahabandhana melibatkan sekitar 150 seniman tradisi dari Surakarta, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. Didukung para bintang panggung dari Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Yogyakarta, seperti, Agus Prasetyo (sutradara).

Selain itu, pementasan Mahabandhana, juga melibatkan para seniman dari grup Wayang Wong Sriwedari dari Surakarta.

Sebuah grup kesenian tradisionil legendaris yang sudah ada sejak tahun 1910. “Pementasan ini kami kembangkan dalam kontek saat ini. Baik pada penggarapan sanggit, koreografi, iringan musik, tata rias dan busana klasik,” tutur alumni Institut Ilmu Keguruan dan Pendidikan (IKIP) Negeri Surabaya lulusan tahun 1994. (kandar)