Besar Potensi Ekonomi Syariah Indonesia

Sabtu, 11 Okt 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Kita tidak perlu berkecil hati terhadap data statistik yang secara kuantitatif menyuguhkan posisi aset keuangan syariah Indonesia yang hanya pada peringkat 9 dunia. Berdasarkan Islamic Finance Country Index (IFCI), Indonesia berada pada urutan ke-5 setelah Iran, Malaysia, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab.

“Untuk potensi pasar, kita sangat potensial. Pangsa pasar perbankan syariah kita saat ini belum mencapai 5% dari pasar perbankan nasional. Padahal populasi muslim Indonesia, penyumbang terbesar populasi muslim dunia,” kata Mustafa Edwin Nasution, Ph.D, Dewan Pakar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI).

Ia menegaskan hal itu usai memberikan keynote speech pada seminar ‘Ekonomi Syariah Indonesia Menghadapi MEA 2015’ yang diadakan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan IAEI Sabtu (11/10). Seminar ini juga menandai dibukanya Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah di kampus yang dipimpin Prof. Dr. H. Sunarto, M.Si.

Menurutnya, tren industri keuangan syariah dari tahun ke tahun semakin meningkat. Bisa dilihat dari total aset, pembiayaan yang diberikan, dana pihak ketiga, maupun rasio-rasio keuangan yang semakin membaik.

“Ini berarti, tidak ada keraguan bagi kita untuk berperan aktif dalam pengembangan ekonomi syariah di tanah air tanpa membedakan keyakinan karena sejatinya prinsip ekonomi syariah adalah syariahnya agama-agama samawi yang sejak awal mengharamkan riba dan menghalalkan jual beli, serta memerintahkan umatnya untuk berbisnias secara jujur dan amanah,” tandasnya.

Rektor Universitas Prof. Dr. Moestop (Beragama), Prof. Dr. H. Sunarto, M.Si, menandaskan, pihaknya secara nyata telah menunjukkan komitmen untuk berperan dalam mewujudkan pengembangan SDM berbasis kompetensi di bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah maupun Syariah Islam itu sendiri.

Pihaknya menyambut baik upaya IAEI dan OJK yang pada 14 Oktober nanti akan menyelenggarakan Forum Koordinasi Pengembangan Kurikulum Ekonomi Syariah dengan mengandeng para pengambil kebijakan pendidikan tinggi.

“Mudah-mudahan segera terwujud suatu standarisasi kompetensi bagi pengembangan SDM Ekonomi dan Keuangan Syariah yang kompetitif mengingat gaung ekonomi syariah sedang mengumandang ke seanteri negeri,” tandasnya. (tety)