Menteri Marwan: Sampai Saya Berhenti, Jembatan Ini Tak Boleh Ada Lagi

BANTEN (Pos Sore) — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, bersumpah akan membangun jembatan gantung di kampung Ciujung, Desa Jayasari, Cimarga, Lebak, Banten.

Saat meninjau lokasi, Marwan kaget melihat kondisi jembatan gantung di Ciujung yang mempeihatinkan.

“Saya berjanji sampai saya berhenti sebagai menteri, jembatan ini tidak boleh ada lagi,” kata menteri saat berdiri di atas jembatan gantung Ciujung, Selasa (4/11).

Jembatan gantung ini menghubungkan desa Jayasari dengan jalan raya. Anak-anak sekolah pun harus jalan kaki 3 km dan melewati jembatan sepanjang 100 meter itu untuk ke sekolah.

“Kasihan anak-anak sekolah ini. Jalan kaki jauh dan berisiko kecelakaan jika┬átidak segera diperbaiki,” tandasnya.

Jembatan gantung yang kondisinya rusak parah, sedang dan ringan tersebar di 28 kecamatan. Sebagian besar kerusakan jembatan itu akibat dimakan usia, juga karena konstruksinya kurang berkualitas.

“Selain itu, karena diterjang bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor,” tambahnya.

Saat ini, ada 320 jembatan gantung di Kabupaten Lebak, yang kondisinya rusak parah sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat di daerah itu. Lagi pula, ketika musim hujan, air sungai meluap dan membanjiri pemukiman penduduk.

“Kalau hujan deras air sungai Ciujung meluap, rumah saya terendam separuh,” ungkap Sudayat, warga pinggiran sungai.

Sebagai informasi, di Lebak terdapat puluhan aliran sungai utama juga ratusan anak sungai. Karenanya, diperlukan jembatan gantung sebagai alat penghubung antardesa setempat.

Jembatan gantung sangat penting guna meningkatkan perekonomian pedesaan karena untuk akses transportasi berbagai jenis kendaraan.

“Kunci peningkatan perekonomian juga faktor infsrastrukur. Bagaimana desa bisa lepas dari ketertinggalan jika infrastruktur yang menopang transportasi tidak diperbaiki atau bahkan diganti yang bagus,” ujar Menteri Marwan.

Pemerintah daerah sendiri belum mampu memperbaiki total semua jembatan yang rusak. Diharapkan, pembangunan jembatan gantung bisa dilakukan menggunakan APBN dan APBD provinsi maupun dari perusahaan.

“Semua pihak harus terlibat, pusat, provinsi, kabupaten, serta pengusaha,” harapnya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!