22.3 C
New York
14/06/2021
Aktual Ekonomi

Di Depan Kedubes Australia, Petani Tembakau Protes Kemasan Polos Rokok

JAKARTA (Pos Sore) — Ratusan petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Australia, Jakarta, Kamis (6/11). Mereka memprotes Pemerintah Australia terkait kebijakan kemasan polos rokok (plain packaging) yang diterapkan sejak Desember 2012.

Dalam aksi damai ini, perwakilan APTI menyerahkan daun tembakau dan botol anggur yang diberikan label kemasan polos seperti halnya kemasan polos rokok kepada perwakilan Kedutaan Besar Australia.

Penyerahan simbolos Ini bentuk kekecewaan petani tembakau Indonesia akan sikap Pemerintah Australia yang tidak mau berkompromi dengan kepentingan pemerintah Indonesia.

“Aksi damai ini dilakukan bertepatan dengan proses ligitasi kebijakan kemasan polos rokok di Autralia yang sedang ditangani Badan Penyelesaian Sengketa di bawah Organisasi Perdagangan Dunia,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTI, Suryana, usai gelar aksi damai.

Pemerintah Indonesia sendiri sebenarnya sudah memprotes kebijakan negeri Kangguru itu. Kebijakan itu dinilai bentuk pelanggaran terhadap ketentuan WTO. Sayangnya, proses ligitasi yang dilalui setelah upaya konsultasi secara bilateral pada 2013 tidak membuahkan hasil.

“APTI percaya pemerintah Indonesia akan kembali memenangkan kasus sengketa dagang di WTO terkait kebijakan kemasan polos rokok yang ditetapkan pemerintah Australia. Jika kami diam, tentunya kebijakan inipun dapat dipaksakan untuk diterapkan di Indonesia,” tambahnya.

APTI menilai peraturan yang sangat berlebihan seperti kemasan polos rokok di Australia akan mengurangi permintaan bahan baku daun tembakau dari pabrikan di Indonesia. Kondisi ini akan mengancam matapencaharian jutaan petani tembakau di Indonesia.

Pihaknya optimis, pemerintah Indonesia akan memenangkan kasus sengketa dagang di WTO sebagaimana halnya saat memenangkan kasus pelarangan rokok cengkeh di Amerika Serikat.

Kemasan polos rokok adalah salah satu bentuk dari pedoman atau guidelines yang diciptakan dalam Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang diusung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

APTI melihat perkembangan FCTC kian mengancam keberadaan petani tembakau secara sistematis melalui berbagai pedomannya yang eksesif dan tidak rasional.

“Larangan penggunaan cengkeh untuk rokok dan penerapan kemasan polos rokok, yang pada saat ini mulai diusulkan di beberapa negara selain Australia, adalah 2 contoh utama dari beberapa pedoman FCTC yang kami nilai sangat eksesif,” tambahnya. (tety)

Related posts

PPJI DKI Jakarta Simulasi Protokol Kesehatan Resepsi Pernikahan di Gedung

Tety Polmasari

Produk Anyar Layanan BTN-TCASH

Tety Polmasari

Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat Indonesia, YONEX Bergabung di Shopee 2.2 Men Sale

Tety Polmasari

Leave a Comment