Tim Futsal BJams Journalist Club ‘Keok’ Melawan Tim Kemenaker

JAKARTA (Pos Sore) –  Pertandingan olah raga Futsal dalam upaya menyosialisaikan program Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek)  antara tim besutan BJams Journalist Club dengan tim Kementerian Tenaga Kerja berakhir dengan score 4:0 dengan kemenangan tim fustsal tim Kemenaker. Tim Jams Journalist Club keok dalam dua babak pertandingan selama 10 menit.

“Ajang pertandingan futsal dan olahraga lainnya bisa menjadi sarana tepat untuk menyosialisasikan   program BP Jamsostek. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini mampu mendorong peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.”

Tim Futsal BJams Journalist Club yang digawangi Ridawan Max Sijabat ( wartawan Jakarta Post) tak berdaya dan dipaksa menyerah kalah melawan Tim Kemenaker yang dikapteni Menteri Tenaga Kerja Muh Hanif Daniri di Planet Futsal Kuningan, Sabtu (22/11).

Sejak babak pertama hingga usai, Hanif memimpin peroleh score dengan keberhasilan membobol gawang BJams Journalist Club sebanyak 3 kali. Hingga babak kedua kemenangan Tim Kemenaker semakin sempurna dengan tambahan 1 score dari Dirut BP Jamsostek, Elvyn G Masassya>hingga akhir pertandingan kendati Tim BJams Journalist Club berusaha mati-matian mempertahankan gawang dengan mengganti kipper dengan Rakhmat Baihaki (wartawan Koran Sindo), namun tak juga membuahkan hasil. Badan Kipper kedua BJAMS Journalist Club yang tambun semakin mempersulit tim mempertahankan gawang dari serbuan Tim Kemenaker. Hingga pertandingan berkahir, tidak ada tambahan gol dari Tim BJMAS Journalist Club dan kemenangan berhasil diraih Tim Kemenaker.

Tim Futsal Kemenaker diperkuat dari jajaran Direksi BP Jamsostek. Awal pembukaan pertandingan, Elvyn G Masassya sempat melakukan hattrick ke gawang BJams Journalist Club sebanyak 3 kali.

Terlepas dari siap yang kalah dan yang menang yang jelas BPJAMS Futsal Challenge 2014 yang diikuti 33 tim dari perusahaan dan media masa ini kata Hanif sangat positif sebagai ajang meningkatkan jumlah kepesertaan BP Jamsostek serta menyosialisasikan program kepada pekerja sehingga bias memberikan kesadaran pada perusahaan dan pekerja akan pentingnya menjadi peserta.

“Ajang pertandingan futsal dan olahraga lainnya bisa menjadi sarana tepat untuk menyosialisasikan   program BP Jamsostek. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini mampu mendorong peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.”.
Sebagai badan hukum publik, BPJS Ketenagakerjaan dituntut memberikan pelayanan jaminan sosial bagi pekerja/buruh secara prima dan menyeluruh.

“BPJS Ketenagakerjaan seperti melalui permainan futsal ini harus secara proaktif mengejar pekerja/buruh yang belum menjadi peserta jaminan sosial,” ujarnya mengingatkan.
Saat ini, lanjutnya, jumlah angkatan kerja berdasarkan statistik Agustus 2014 ada 121,9 juta  orang, penduduk yang bekerja 114,63 juta orang. Namun dari jumlah itu, pekerja formalnya hanya 42,38 juta orang (37 persen).
“Pekerja informal yang mencapai 63 persen menjadi tantangan bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk menjemput bola, sebagaimana filosofi pada olahraga futsal ini,” kata Hanif.

Dirut BP Jamsostek Elvyn G. Masassya mengatakan melalui turnamen futsal ini bisa lebih memasyarakatkan olahraga khususnya futsal sekaligus menyosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan pada kalangan pekerja.
BPJS Ketenagakerjaan, lanjutnya,  dibutuhkan untuk kesejahteraan pekerja, karena yang disebut sejahtera itu bisa memenuhi sandang, pangan, dan papan.

“Dengan olahraga, para pekerja akan menjadi lebih  sehat.  Mudah-mudah Menaker bisa memberikan spirit pada pekerja untuk berolahraga agar lebih sehat dan bisa mensejahterakan keluarga.” (fitri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!