Ten2Five Angkat Lagu Daerah Lewat Album

Jumat, 5 Des 2014

MUNCULNYA band-band dan penyanyi solo di industri musik Indonesia tak membuat patah semangant Grup Ten2Five untuk terus berkarya.

Namun ada keprihatinan yang mendalam bagi personel Ten2Five, di mana genre musik yang dihadirkan tidak bergeser dari genre yang ada saat ini.

Hal itu menjadi pertimbangan bagi personel Ten2Fiva yang digawangi Imel, Arief dan Teguh untuk putar haluan – tidak latah mengikuti tren musik yang ada saat ini.

Ten2Five kini baru saja merilis lagu-lagu daerah bertajuk Cinta Indonesia.

Sesuai dengan nama albumnya ini, Ten2Five membawakan lagu-lagu daerah sebagai isi dalam albumnya.Sebanyak 18 lagu daerah dikemas dan diaransemen ulang dalam balutan musik pop jazz.

Menurut vokalis Ten2Five, Imel, dirinya sempat mengalami kesulitan menyanyikan lagu-lagu berbahasa daerah itu. Sebab, menyanyikan lagu daerah perlu teknik dan penghayatan di setiap lirik lagu daerah yang di Indonesia.

“Kalau aku susahnya pada cengkok lagu daerah. Karena tidak mudah menyanyikan lagu-lagu daerah. Saya juga minta maaf, kalo cengkoknya berbeda dan dari kata per kata ada yang lain atau salah. Tapi ya, pede aja lah,” kata Imel Sari ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.

Imel berharap album Cinta Indonesia ini bisa mengangkat lagi lagu-lagu daerah yang kini mulai tersingkir oleh beragam tren musik Indonesia lainnya/

“Sekarang sudah ada beberapa pihak yang ingin bekerjasama dengan kita. Jadi, nanti lagu-lagu kita akan diputar di dalam pesawat ,” ungkap Imel.

Album Ten2Five berisikan 18 lagu daerah antara lain ‘Sinanggar Tullo’, ‘Kampuang Nan Jauh Di Mato’, Tokecang, ‘Kicir-kicir’, ‘Lir Ilir’, ‘Ampar-ampar Pisang’, ‘Sipatokaan’, ‘Yamko Rambe Yamko’, dan beberapa lagu daerah lainnya. (kandar)