11.8 C
New York
06/05/2021
Aktual

Mulai Semeser Genap Tahun 2014/2015, Kembali Kepada Kurikulum 2006

JAKARTA (Pos Sore) — Akhirnya, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan, menghentikan kurikulum 2013. Pada awal semester genap tahun 2014-2015, kegiatan belajar mengajar kembali kepada kurikulum lama yaitu kurikulum 2006.

Anies beralasan Keputusan ini diambil karena kurilulum 2013 memunculkan masalah. Implementasinya terlalu terburu-buru. Substansinya pun masih harus dievaluasi.

“Jadi persoalannya bukan kurikulumnya boleh diganti atau tidak. Memang harus selalu berkembang. Tapi harus matang,” kata Anies, di Istana Negara, kemarin.

Hal ini juga dipekuat sepekan menjelang pelantikan Presiden baru pada 14 Oktober, ia mengeluarkan peraturan nomor 159 yang meminta agar dievaluasi kesesuaian antara ide dengan desain, antara desain dengan dokumen. Begitu pula antara dokumen dengan impelementasinya.

“Jadi di sisi konsepnya pun belum dievaluasi tapi sudah dilaksanakan di 208 ribu sekolah. Jadi ini masalahnya bukan perubahan kurikulum itu boleh atau tidak. Ini masalahnya perubahan belum tuntas tapi sudah dilaksanakan,” tegasnya.

Dalam kacamata Anies, Kurikulum 2013 memunculkan banyak masalahnya. Khususnya, kurikulum itu bagaimana pelaksanaan di lapangan.

“Karena ujungnya yang melaksanakan itu guru. Kalau guru belum siap, sekolah belum siap, lalu dipaksakan muncul masalah seperti sekarang,” tuturnya.

Dia juga menyadari mengembalikan kurikulum 2006 bakal membawa dampak. Tapi, karena penerapan kurikulum 2013 masih belum bertahun tahun, dampaknya sangat minimal.

“Karena kurikulum dilaksanakan terburu-buru jadi masalah. Dan jika dilanjutkan terus lebih masalah. Kalau dihentikan tentu ada masalah, tapi minimal ini cut cost. kalau diteruskan ongkosnya akan lebih mahal untuk anak-anak kita,” tandasnya.

“Ini yang kembali baru melaksanakan 4 bulan ya. Jangan dibayangkan ini sudah jalan 4 tahun dan kembali,” tambah Anies.

Untuk itu pula, Anies akan menerbitkan keputusan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menegah sebagai Dasar hukum dikembalikannya Kurikulum ke 2006.

“Ada peraturan menteri. Hari ini insya Allah diundangkan,” tandasnya. (tety)

Related posts

Edukasi Ramadan Generasi Muda Singapura

Tety Polmasari

AS – Indonesia Dorong Kemitraan Penelitian Universitas dan Kolaborasi Sektor Swasta

Tety Polmasari

What’s Korean Acupuncture

Tety Polmasari

Leave a Comment