Laporkan Artis MAN, Sang Maestro Senam Menuntut Hak Cipta

Jumat, 26 Des 2014
Roy Tobing (tengah)

JAKARTA (Pos Sore) – Siapa yang tak kenal dengan senam Body Language (BL). Senam ini begitu digandrungi kaum hawa yang ingin melangsingkan tubuhnya. Kini senam yang diciptakan oleh Roy Yulius Tobing, bermunculan di mana-mana, meski dengan nama berbeda. Sang maestro senam ini tentu bangga jika senam hasil ciptaannya bermanfaat bagi banyak masyarakat, terutama kaum hawa.

Namun, pria kelahiran Jakarta 7 Juli 1952 ini kini menuntut hak ciptanya. Yang dituntut artis cantik berinisial MAN, yang membuka studia senam body language pada 1990 yang diklaim hasil ciptaannya. Kepada media, artis ini mengaku sanggar senam yang dibukanya itu adalah sanggar tari, namun nyatanya mengajarkan senam Body Langueage.

“Itu semua dilakukannya tanpa seizin dan sepengtahuan saya, bahkan ia mengajak asisten saya untuk bergabung ke sana, dan itu pun tanpa seizing saya,” tandas guru tari lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ini di Jakarta, Jumat (26/12), yang dihadiri para saksi yang juga murid-muridnya.

Siapapun pasti akan meradang, jika hasil karyanya dijiplak begitu saja tanpa etika. Selama 17 tahun sang maestro senam ini menghabiskan waktu, pikiran, dan biaya untuk menciptakan senam itu. Namun, dengan hanya membalikkan tangan, artis yang memiliki sanggar senam di mana-mana itu mencatutnya.

IMG-20141226-07929
instruktur di sanggar senam artis MAN memberikan kesaksian

“Lucunya, artis ini tidak menjadi instruktur senam, tetapi mengaku yang menciptakan senam body language. Yang mengajarkan senam di sanggar senamnya ya para instruktur senam yang belajar dari saya,” tandas Roy yang didampingi kuasa hukumnya dari Benny Yoesoef & Associated.

Roy sendiri sudah mendaftarkan karya ciptanya yang diberi nama’The Art of Body Language Exercise’ pada 2010 ke Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dengan nomor 020923. Hak intelektual ini dilindungi oleh Negara secara hokum dan barang siapa yang meniru atau mengambil hak ciptanya tersebut tanpa seiizin penciptanya akan dikenakan hukuman pidana yang berlaku di Negara ini.

Setelah mendengar dan mengetahui Roy Tobing mendapatkan HAKI, artis ini mengganti nama senam Body Language dengan nama lain. Namun, semua semua gerakan dan metode yang diajarkan tetap memakai gerakan dan metode Body Language yang diciptakan Roy Tobing, bahkan hingga detik ini.

“Bayangkan, sejak tahun 1990 sampai sekarang, artis tersebut menggunakan hak cipta saya untuk mencari keuntungan sendiri tanpa seizin saya. Bahkan saya banyak mendengar dan mengetahui studio senam yang dimilikinnya sudah bertambah banyak. Dia pun membuka frenchise di kota-kota besar di Indonesia,” ungkapnya.

Karenanya, sebagai pencipta senam Body Language Exercise merasa dirugikan secara materiil dan materiil. Maka, pada 7 November 2014, ia pun melaporkan sang artis ke Polda Metro Jaya yang dijerat pasal dugaan tindak pidana di bidang Hak Cipta.

“Kalau senam dipakai untuk diri sendiri mungkin tak masalah, tetapi ini kan diperjualbelikan melalui sanggar senam yang cabangnya di mana-mana. Ini kan namanya untuk kepentingan bisnis pribadi,” tandasnya. (tety)