LAPAN Serahkan Citra Satelit kepada 9 Instansi

Jumat, 30 Jan 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 9 K/L menerima data penginderaan jauh resolusi tinggi dan mosaik data penginderaan jauh resolusi menengah wilayah Indonesia dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Data satelit tersebut meliputi citra SPOT-5 beresolusi 2,5 meter dan citra SPOT-6 dengan resolusi spasial 1,5 meter.

Sedangkan untuk citra resolusi menengah yang diserahkan yaitu data dari satelit Landsat-7 dan Landsat-8. Kedua citra resolusi menengah ini telah diproses untuk menghasilkan mosaik citra bebas awan untuk seluruh wilayah Indonesia.

“Data tersebut akan digunakan oleh instansi pemerintah untuk berbagai kebutuhan, salah satunya untuk membangun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Citra SPOT-6 dapat digunakan untuk membuat peta skala 1:5000,” kata Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, di kantor LAPAN Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (29/1), usai menyerahkan data satelit.

Instansi yang menerima data satelit tersebut yaitu Badan Informasi dan Geospasial, Badan Pengelola REDD+, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Keungan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pusat Satatistik, dan Pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Menurutnya, citra beresolusi tinggi ini mampu untuk mengidentifikasi 40 persen obyek tutupan lahan sehingga akan bermanfaat dalam perencanaan tata ruang. Dengan citra satelit ini, para pemangku kebijakan dapat membuat rencana tata ruang yang menyeluruh bagi wilayahnya.

“Saat ini, perencanaan wilayah yang menyeluruh seringkali menjadi permasalahan di Indonesia. Untuk itulah, kebutuhan citra satelit beresolusi tinggi semakin meningkat karena dapat member jawaban terdapat permasalahan tersebut,” katanya.

Ia menandaskan, saat ini untuk penyusunan RDTR diperlukan citra satelit dengan resolusi spasial hingga di bawah 60 centimeter agar dapat menghasilkan data yang lebih detail.

Citra satelit resolusi sangat tinggi ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan identifikasi obyek. Selain itu, digunakan untuk pemetaan pada skala 1:2500.

“Citra satelit menjadi komponen penting dalam penyusunan RDTR. Hal ini disebabkan, citra akan menghasilkan peta pertanahan, tata batas kawasan hutan, lahan baku sawah, perencanaan lahan pertanian, pemetaan irigasi, deteksi dan pemantauan daerah pertambangan, dan pembuatan blok sensus,” lanjutnya.

Dia mengatakan, penyerahan data satelit penginderaan jauh ini implementasi dari Undang-undang No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2012.

Dalam dasar hukum tersebut, Lapan diberikan mandat untuk melaksanakan penyediaan citra satelit penginderaan jauh resolusi tinggi untuk kebutuhan semua sektor.

“Pengadaan citra satelit penginderaan jauh resolusi tinggi secara satu pintu oleh Lapan akan meningkatkan efisiensi anggaran negara untuk pengadaan citra, dan mencegah terjadinya duplikasi dalam citra penginderaan jauh yang diadakan,” tandasnya. (tety)