17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual Gaya Hidup

Bintang Puspayoga Harapkan Masyarakat Indonesia Cintai Produk Sulam

JAKARTA (Pos Sore) – Apa yang Anda ketahui tentang sulam? Kalau ingin mengetahui lebih detil ada baiknya Anda berkunjungan ke Museum Tekstil Jakarta. Di museum ini digelar pameran Pesona Kriya Sulam yang digagas Komunitas Pencinta Sulam. Pameran yang berlangsung pada 5-8 Februari 2015 ini dibuka oleh istri Menteri Koperasi dan UKM, Bintang Puspayoga.

Berbagai sulaman dari daerah di Indonesia ditampilkan. Mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Gorontalo, Kalimantan Timur. Selain itu, juga ada beberapa sulaman dari luar negeri seperti Turki dan Tiongkok.

Bintang jelas mengapreasi kegiatan ini. Menurutnya, pameran ini dapat menjadi menjadi ajang edukasi, motivasi, dan insprirasi kepada masyarakat Indonesia untuk mencintai produk sulam.

‘’Upaya melestarikan dan mengembangkan produk sulam ini menjadi tanggungjawab semua pihak,’’ katanya saat memberikan sambutan, seraya berharap pelaksanaan pameran harus diagendakan secara berkesinambangun.

Melalui kegiatan seperti ini pula dapat memberikan ruang kepada pengrajin sulam memperkenalkan produknya kepada masyarakat. ‘’Yang penting perhatikan inovasi dan kreativitas dalam berproduksi, sehingga menarik minat masyarakat untuk mencintai sulam,’’ ujarnya.

Ia juga berharap produk batik dapat menjadi inspriasi pengrajin sulam dalam mengembangkan kreasinya, sehingga seiring dengan booming batik Indonesia, produk sulam juga dapat berkontribusi bagi kesejahteraan pengrajin sulam itu sendiri.

Agar produk sulam lebih berkembang, Bintang berpendapat perlu dibangun sinergi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Dengan begitu, dapat mendorong tumbuhnya partisiapasi masyarakat baik sumber daya manusia maupun dukungan pemasaran produk sulam.

Dan, ketika terbentuk kelompok-kelompok pengrajin, Bintang berharap, adanya insiatif membentuk koperasi, sehingga nantinya dapat dukungan atau pendapingan secara langsung dari kementerian dan memediasi secara permodalan.

Pameran ini sendiri dikatakan Salfrida N Ramadhan K.H, Ketua Komunitas Sulam, untuk meningkatkan pengetahuan tentang sulam, memberikan pembelajaran tentang sulam baik kepada anggota maupun masyarakat umumnya. Selain itu, untuk meningkatkan keterampilan menyulam dan lebih mencintai sulam baik sulaman nusantara maupun manca negara.

“Pameran ini dimaksudkan untuk mengedukasi tentang sulam, serta bisa meningkatkan semangat dan spirit agar lebih mencintai sulam,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui sulam di samping suatu seni dan sarana untuk curahan jiwa, juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Komunitas pecinta sulam berharap suatu saat nanti Indonesia akan mempunyai suatu sulam khas Indonesia. (tety)

Related posts

Ketahanan Keluarga Dimulai dengan Keluarga yang ‘Sehat’

Tety Polmasari

Diduga Pesta Narkoba 2 Pemuda Diburu

Tety Polmasari

Menkop Minta ‘Roaster Coffee’ Buatan Indonesia Dipatenkan

Tety Polmasari

Leave a Comment