Panglima TNI: Masih Dalam Batas Wajar Kisruh KPK-Polri

Kamis, 5 Feb 2015

JAKARTA (Pos Sore) – Kisruh KPK-Polri yang kian memanas mendapat sorotan dari
Panglima TNI, Jenderal Moeldoko. Ia memastikan kisruh dua lembaga besar tersebut dinilainya masih dalam batas yang wajar dan sejauh ini tidak mengganggu keamanan Negara.

“Sebagai negara demokrasi yang memiliki ruang untuk diskusi, memungkinan semuanya berwacana. Saya pikir masih dalam batas yang wajar,” tandasnya usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa President University, Kamis (5/2).

Ia menekankan, yang harus diingat dinamika politik yang terjadi di tanah air, juga tetap harus menjaga stabilitas dan keamanan, agar proses pembangunan akan tetap berlangsung dan berjalan dengan baik. Pertumbuhan ekonomi yang selama ini sudah dicapai Indonesia pun akan terus meningkat.

“Stabilitas dan keamanan adalah kunci dari pembangunan suatu negara. Maka kewajiban kami sebagai prajurit untuk menjaganya. Dan kami mengajak mahasiswa untuk turut menjaga stabilitas negara,” tambah Moeldoko.

Ia juga mengingatkan dalam berdemokrasi, masyarakat harus tetap berpegang pada rambu-rambu yang ada yakni Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika mengingat demokrasi ala Indonesia sangat berbeda dengan demokrasi ala Amerika Serikat. Ada kultur atau budaya yang tidak sama, sehingga warna demokrasi pun tidak akan pernah sama.

“Demokrasi dan politik kita memang harus terus diperbaiki. Tetapi hendaknya jangan meninggalkan kultur budaya Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu, Rektor PresUniv Chandra Setiawan mengatakan stabilitas nasional sangat dibutuhkan untuk melangkah menjadi Negara yang mandiri dan berdaya saing. Itu sebabnya, perlu diciptakan generasi-generasi berwawasan global tetapi jiwa nasionalisme tetap tinggi.

“Sebagai lembaga pendidikan bertaraf internasional, kami benar-benar tertantang untuk melahirkan generasi muda berkualitas yang memiliki daya saing, responsive dan memiliki spirit untuk membangun bangsa,” katanya.

Rektor mendukung keinginan Panglima agar semua mahasiswa ikut menjaga stabilitas bangsa. Sebab dengan stabilitas maka proses pembangunan akan bisa dilaksanakan dan terus berkelanjutan.

Komisaris Jababeka SB Darmono, menambahkan pada prinsipnya untuk membangun kota-kota baru, membutuhkan banyak SDM berkualitas. Dan itu menjadi tanggungjawab kampus sebagai lembaga pendidikan tertinggi levelnya.

“Presiden menginginkan munculnya 100 kota baru dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. Kami sebagai pengusaha tentu akan terus mendukung, dengan catatan kondisi politik dan stabilitas Negara dalam kondisi aman dan terjaga,” tandasnya. (tety)