IDI Adakan Program Proteksi Dokter Indonesia

Selasa, 10 Mar 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Profesi dokter tidak bisa lepas dari risiko medis saat berpraktik. Tak jarang, risiko medis tersebut mengarah pada dugaan malpraktik yang berujung pada tuntutan hukum dan sanksi administrasi lainnya.

“Tak seorang dokter pun yang dalam menjalankan tugasnya berniat mencelakakan pasien,” tandas Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), di Jakarta, Selasa (10/3).

Karenanya, PB IDI pun menerapkan program proteksi dokter Indonesia untuk membuat para dokter nyaman dalam bertugas. Program ini hasil kerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya, PT Asuransi Asei Indonesia dan Primer Koperasi IDI.

“Melalui kerjasama ini, dokter akan mendapatkan perlindungan baik untuk kepentingan hari tua maupun risiko tugas profesi sebagai dokter. Ini tentu akan membuat dokter bekerja lebih tenang dan lebih profesional,” tambahnya.

Adapun bentuk asuransi tersebut adalah asuransi kesejahteraan hari tua bagi dokter yang akan memasuki purna tugas dan asuransi tanggung gugat medikal malpraktik (medical malpractice insurance).

PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asuransi Asei Indonesia akan memberikan perlindungan asuransi atas risiko meninggal dunia, risiko malpraktek dan manfaat investasi kepada anggota IDI. Sebagai timbal balik, kedua perusahaan asuransi ini akan mendapatkan kontribusi premi sesuai masing-masing polis dari anggota IDI melalui iuran yang sudah ditetapkan.

Bertindak sebagai administrator dalam perjanjian ini adalah Primkop-IDI. Mulai dari urusan pendistribusian kontribusi premi hingga perantara klaim untuk kepentingan asuransi anggota IDI. (tety)