Internasional Furniture and Craft Fair Indonesia 2015

Stand SMESCO RumahKU Terbaik

Selasa, 17 Mar 2015

JAKARTA (Pos Sore) – Ajang Internasional Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) yang digelar sejak 14 Februari di Eco Green East Park, Parkir Timur Senayan, berakhir sudah pada Selasa (17/3). Pameran skala internasional yang sebelumnya juga digelar di Kualumpur, Saigon, Singapura, ini menampilkan beragam rupa produk furniture dan kerajinan.

Dalam ajang itu, stand SMESCO RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UMKM) meraih penghargaan dari Asosiasi Meubel Indonesia (Asmindo) sebagai stand terbaik. Piagam penghargaan diserahkan Ketua Umum Asmindo M Taufik Gani kepada Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran koperasi dan UKM (LLP-KUKM), Ahmad Zabadi.

“Penghargaan ini sebagai bentuk diakuinya produk-produk UKM hasil Indonesia, yang secara kualitas tak kalah dengan produk mebel dari internasional yang juga mengikuti ajang pameran itu. Dalam ajang pameran ini, SMESCO Indonesia mengambil stand di Hall J.01. Di stand seluas 40 meter persegi ini sedikitnya ada 10 UMKM yang berasal dari daerah Lombok, Jepara, Probolinggo, DI Yogyakarta, NTB, dan Jawa Barat,” kata Ahmad Zabadi, di sela pameran itu.

Tema yang diangkat oleh stand SMESCO RumahKU ini adalah ‘Rustic and Modern’. Gaya rustic adalah konsep penataan desain rumah dan interior yang lebih memfokuskan pada kesan yang lebih alamiah. Sedangkan rustic diartikan tua dan berkarat memberikan kesan kasar atau tidak halus pada penyelesaian akhir produk. Dengan dikombinasikan gaya modern, konsep ini sudah tren di beberapa kota besar dan dunia.

Di stand itu dipamerkan jenis-jens produk seperti rak perahu, meja kayu dari Probolinggo, bench, kerajinan cukli (potongan kerang pada furniture), kerajinan keranjang daeri ketak, recycle products dan kerajinan tas anyaman.

Presiden Joko Widodo dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel juga sempat berkunjung ke stand SMESCO RumahKU, yang dinilai produk-produknya terbagus dibandingkan stand-stand lain yang juga dikunjungi kedua petinggi negara ini.

Ahmad Zabadi menilai produk mebel dan kerajinan bukan lagi sebagai kebutuhan primer (papan) bagi masyarakat, tetapi sudah menjadi kebutuhan gaya hidup bagi masyarakat modern. Selain itu, menjadi ekspresi budaya bagi yang memahami keunikan dari produk tersebut.

“Karenanya, pameran ini juga dijadikan ajang edukasi kepada pengunjung bahwa produk-produk KUKM Indonesia memiliki keunikan dan kualtias yang sanngat baik segingga potensi ini akan kami kembangkan terus menerus,” tegasnya. (tety)