LLP-KUKM Jalin Kerjasama Pasarkan Produk Buah Indonesia ke Jepang

Selasa, 24 Mar 2015

mou

JAKARTA (Pos Sore) – Hasil buah-buahan Indonesia rupanya disukai oleh Jepang. Memang hanya beberapa jenis buah saja yang tampaknya diminati negeri Matahari Terbit itu. Semisal manggis, nanas, strawberry, alpukat, pepaya, dan kelapa.

Meski begitu, menurut Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM), Ahmad Zabadi, itu menandakan suatu kemajuan produk buah-buahan Indonesia bakal dipasarkan di negara itu.

Adalah President Director Mizuho Co, Hisao Hasegawa, dan Chief Operating Officer Eiji Edo yang terkesan dengan hasil buah-buahan Indonesia setelah mengunjungi perkebunan strawberry di Ciweday, Bandung, Jawa Barat, pada Senin (23/3). Lalu dilanjutkan ke perkebunan buah lainnya. Melihat potensi ini, perusahaan itu tertarik menjalin kerjasama perdagangan dengan UKM binaan LLP-KUKM.

“Kerjasama ini untuk meningkatkan akses pemasaran produk kepada pelaku Koperasi dan UKM. Dengan kerjasama ini, kami merencanakan melakukan kerjasama perdagangan ekspor produk buah-buahan dan bunga dari UKM mitra LLP-KUKM ke pasar Jepang,” kata Ahmad Zabadi, di gedung Smesco UKM, Selasa (24/3).

Mizuho Co yang berdiri sejak 1990 ini memiliki pasar bagi produk-produk hasil pertanian yang diberi nama Mizohi-no-muraichiba (Mizuho Farmers’ Market) yang berlokasi di Tokyo, Jepang. Perusahaan ini telah memfasilitasi para petani di Tokyo, Fukushima, Ginza, Tsukuba, dan beberapa kota lainnya. Hampir 80% terdiri dari petani buah-buahan, sayuran, dan bunga dengan pendapatan pertahun sebesar 6 miliar yen Jepang atau setara Rp654 miliar.

“Kami menyadari sebagai pusat promosi dan pemasaran produk UKM, LLP-KUKM dapat membantu mereka dalam memenuhi permintaan pasar Jepang di bidang agribisnis khususnya buah-buahan dan bunga,” kata Hisao Hasegawa.

buah

Model bisnis yang dikembangkan oleh Mizuho Co., Ltd adalah Indonesian to Japan ‘Farmer to Farmer’ Consumer Direct Sales. Model tersebut dapat dilakukan LLP-KUKM sebagai representatif dari para petani buah dan bunga karena fungsi yang dapat dikembangkan LLP-KUKM adalah sebagai Rumah Pemasaran Terpadu (Trading House).

“Kerjasama ini untuk sementara di sektor buah-buahan dan bunga, namun ke depan potensi-potensi agribisnis yang lain juga akan diperluas pasarnya. Dengan kerjasama ini UKM sektor agribisnis diharapkan dapat meningkatkan pendapatannya dan menumbuhkan minat masyarakat untuk menekuni profesi ini,” tambah Zabadi.

Zabadi berpendapat perluasan akses pasar memberikan nilai tambah bagi pelaku UKM langsung sehingga UKM dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas usahanya. Kalau perluasan akses pasar ini tidak dilakukan, maka potensi pasar yang lebih luas lagi tidak akan bisa dinikmati. (tety)