PKPU Beri Pelatihan Keterampilan 200 Warga Tak Mampu

DEPOK (Pos Sore) — Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU memberikan bantuan berwirausaha kepada warga tak mampu. Bantuan yang diberikan berupa pelatihan keterampilan dan modal untuk berwirausaha. Tujuannya, agar mereka mampu mengentaskan dirinya dari kemiskinan.

“Pada tahun ini pelatihan keterampilan diberikan kepada 200 warga tak mampu dari Jabodetabek,” kata Manager Ekonomi PKPU, Ari Djanuar Prasetyo, di sela Pelatihan Kewirausahaan dan Launching Pelatihan Hard Skill 2015 yang diikuti 200 peserta se- Jabodetabek, di UI Depok, Selasa (31/3).

Mereka diberikan pelatihan keterampilan menyetir mobil, menjahit, salon kecantikan wanita, desain grafis, dan bahasa Inggris selama tiga bulan. Pelatihan itu diberikan di kantor cabang PKPU di berbagai wilayah.

“Contohnya menjahit difokuskan di Tangerang, desain grafis di Depok, dan salon wanita di Bekasi. Kami jemput bola mencari warga tak mampu. Para warga itu kami seleksi yang memenuhi syarat yang lolos. Misalnya ibu-ibu yang ingin membantu suaminya karena penghasilan suaminya minim dan anak dari keluarga yang tak mampu. Hari ini mereka diberikan motivasi,” tambahnya.

Ari melanjutkan, tidak semua dari 200 warga tak mampu menjadi wirausahawan, karena warga yang mendapatkan pelatihan menyetir mobil dan salon kecantikan disalurkan ke perusahaan yang mau bekerjasama dengan PKPU.

Untuk warga yang memiliki keterampilan menyetir disalurkan ke perusahaan taksi dan penyewaan mobil. Sedangkan warga yang mendapatkan pelatihan desain grafis, menjahit dan bahasa Inggris akan diberikan pendampingan mendirikan usaha dan bantuan peralatan senilai Rp5 juta.

“Terobosannya mereka didampingi mendirikan usaha dan ke depan akan dikembangkan sistim waralaba. Total warga yang tak mampu yang diberikan pelatihan 600 orang,” paparnya.

Manajer Humas PKPU, Muhammad Sukismo, menambahkan, pelatihan ini sebagai bentuk upaya menumbuhkan semangat berwirausaha. Hard skill yang diberikan outputnya nanti ada dua, sebagian akan diserap di dunia kerja seperti pelatihan menyetir, dan sebagian lagi untuk membuka usaha waralaba.

“Sehingga diharapkan 100% peserta yang ikut pelatihan kewirausahaan ini dapat terserap dengan baik dan dapat meningkatkan kapasitas berwirausaha yang berguna untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” katanya. 

Dia berpendapat, keterampilan saat ini menjadi tuntutan. Tingkat persaingan kerja semakin tinggi namun tidak diimbangi oleh lapangan kerja yang cukup. Jika tidak memiliki kemampuan dan keterampilan yang yang memadai maka akan siap tersingkir dari dunia persaingan.

“Jadi program ini salah satu pemberdayaan bagi Dhuafa, agar nantinya mampu meningkatkan income bagi keluarganya, sehingga nanti tidak perlu jauh ke luar negeri untuk mencari pendapatan berlebih,” tambah Sukismo. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!