11.7 C
New York
11/05/2021
Aktual

Herbalife Tur Kesehatan di 28 Kota Asia Pasifik untuk Perangi Alzheimer

JAKARTA (Pos Sore) – Penyakit alzheimer akan menjadi salah satu problem kesehatan yang dijumpai di hampir semua negara seiring makin bertambahnya usia harapan hidup dan pola hidup yang kurang sehat. Saat ini jumlah penderita alzheimer tercatat 44 juta dan menjadi penyebab kematian ke-4 dunia.

Diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat atau sekitar 150 juta penderita diseluruh dunia pada 2050. Bagaimana dengan di Indonesia? Meski masih belum ada angka prevalensi yang pasti terkait penderita Alzheimer, namun beberapa sumber menyatakan jumlahnya mencapai satu juta orang dengan kenaikan jumlah penderita sekitar 3,5%-4% setiap tahun.

Menyadari hal ini, Herbalife, perusahaan nutrisi global, kembali mengadakan Tur Kesehatan Asia Pasifik pada 3-26 April untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang sebagai bagian dari gaya hidup aktif dan sehat di kawasan itu. Mengunjungi 28 kota di Australia, Kamboja, HongKong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Macau, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Country General Manager Herbalife Indonesia, Andam Dewi, menyebutkan, ada tujuh orang dewan penasehat nutrisi Herbalife yang akan bergabung untuk mengedukasi masyarakat. Salah satunya, Dr Gary Small, seorang profesor spikiatri di UCLA Semel Institute AS.

“Kegiatan kampanye semangat hidup sehat melalui asupan nutrisi seimbang dan olahraga kepada masyarakat Indonesia ini melibatkan kalangan dokter, pelaku medis, distributor Herbalife dan mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Airlangga,” katanya, di Jakarta, Rabu (8/4).

Menurut Dewi, kampanye kesehatan kali ini lebih kepada memerangi risiko penurunan fungsi otak dan permasalahan nutrisi lainnya. Penuaan populasi, salah satu permasalahan utama di berbagai negara di seluruh dunia. Tak terkecuali Indonesia, negara berkembang dengan jumlah penduduk besar. Angka laju pertumbuhan penduduknya mencapai sekitar 2,5% per tahun.

“Indonesia, negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil. Hal ini diikuti dengan kecenderungan perubahan pola gaya hidup masyarakat kita kea rah yang tidak sehat seperti pola konsumsi makanan dan rutinitas olahraga yang kurang. Inilah yang perlu menjadi perhatian kita semua, Herbalife Indonesia berkomitmen untuk terus mengkampanyekan gaya hidup sehat serta asupan nutrisi yang seimbang guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Dr Gary Small yang juga peneliti ini menjelaskan, di satu sisi besarnya populasi memberikan keuntungan dari jumlah usia produktif namun di sisi lain bisa menjadi penghambat munculnya population aging (penuaan populasi). Seiring pertambahan usia kemampuan fungsi otak akan semakin menurun menjadi penyebab awal dari penyakit alzheimer.

Menurutnya, hingga kini belum ditemukan obat yang bisa mengatasi alzheimer. Tetapi ada banyak upaya bisa dilakukan untuk mengurangi risiko dari alzheimer ini. Di antaranya adalah hidup sehat dengan pola makan cukup nutrisi, istirahat yang cukup, menjauhi tindakan berisiko terhadap otak, meningkatkan kegiatan fisik dan sebagainya.

“Penuaan tidak bisa dihindari namun dampak negatif terhadap kesehatan dapat diperlambat dengan bantuan nutrisi yang baik dan olah raga baik fisik dan mental. Jadi asupan nutrisi terhadap sel-sel otak perlu kita perhatikan sejak dini untuk menghindari alzheimer,” tandasnya.

Ia mengatakan, nutrisi seimbang sama artinya dengan memberi makanan bagi otak. Seimbang protein karbohidrat, vitamin yang tepat, serta porsi yang sehat. Makanlah lebih sedikit porsi tapi sering, berlebihan makanan, akan menyebabkan obesistas. Studi menyebutkan, obesitas 4 kali lipat terkena alzhaeimer dan demensia.

“Sering olah raga fisik akan mengurangi risiko terkena alzheimer. Stress juga berisiko Alzheimer karenanya lalukan manajemen stress, olah raga atau jalan kaki 15 menit sehari. Bincang-bincang dengan teman. Stimulasi mental diperlukan, rajin membaca dan berdiskusi. Tidak merokok akan mengurangi resiko terkena Alzheimer. Tidak merokok dan olahraga, itu lebih bagus lagi. Tidak merokok, olah raga, dan makanan bergizi seimbang, itu lebih lebih lebih baik lagi,” tegasnya. (tety)

Related posts

Menkes: Tutup Saja FK Tak Penuhi Syarat

Tety Polmasari

Polres Metro Jakut Ringkus Pencuri Sepeda Motor di Pasar Muara Baru

Tety Polmasari

Kemenkop Gelar Pasar Murah dan Bazaar Ramadan

Tety Polmasari

1 comment

Blue Coaster33 28/04/2015 at 00:53

The Slave of the Husband

Seeking ahead to learning additional from you afterward!…

Reply

Leave a Comment