13 C
New York
19/04/2021
Aktual

Pekan Budaya Kaltim Bersama 1000 Siswa SD

JAKARTA (Pos Sore) — Sebagai bangsa dengan beragam latar belakang budaya, Indonesia adalah negeri yang memiliki kekayaan luar biasa. Salah satunya, adalah seni tradisional yang menjadi identitas dari masing-masing daerah. Sayangnya, budaya instan saat ini cukup mendominasi keseharian anak-anak muda sehingga memunculkan kesan seni dan tradiasi daerah itu terkesan kuno, lamban, dan tidak modern.

“Karenanya, menjadi kewajiban kita semua untuk menginngatkan dan membuktikan betapa dinamisnya budaya Nusantara kepada banyak anak,” kata Arie Hastuari, pendiri Sekar Nusa, di Jakarta, Senin (13/4).

Menyadari hal itu, Sekar Nusa pun menggelar ‘Pekan Budaya Kalimantan Timur (Kaltim) Bersama 1000 Anak Sekolah Dasar’ di Museum Nasional pada 27-30 April 2015. Acara ini melibatkan 1000 pelajar kelas 3-5 SD se-Jabodetabek. Dengan mengenalkan budaya daerah kepada anak-anak usia pendidikan dasar, setiap anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi dengan identitas kuat sebagai bangsa yang bermartabat.

“Dipilihnya para pelajar usis 8-12 tahun itu karena dinilai mengalami pertumbuhan secara fisik, kognitif, dan social emosional sehingga sangat tepat untuk memberikan stimulus dan pelatihan agar anak dapat menambah cakrawala,” kata Arie yang juga ketua panitia kegiatan itu.

Menurutnya, kemajuan teknologi di era globalisasi saat ini tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga memberikan kemudahan budaya asing dan gaya hidup dari luar masuk ke Indonesia. Proses transkultural ini cukup rentan berpengaruh terhadap keberadaan seni dan budaya daerah dan proses identitas di kalangan anak-anak.

“Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua, baik dari kalangan pendidik, pemerintah, maupun para orangtua. Itu sebabnya, kami berenam, yaitu saya, Aditia Aristadevi, Renny Kusumowardhani, MV Estiari Sunaringdyah, Anita Seputro, dan Benisa Ayutakbira mendirikan Sekar Nusa pada akhir 2014, yang berawal dari kepedulian terhadap kelangsungan seni dan budaya tradisional di kalangan anak-anak,” ujarnya.

Sekar Nusa yang berasal dari bahasa Sansekerta ini memiliki makna Bunga Nusantara, yang bermimpi agar bangsa Indonesia bisa memiliki generasi muda yang berkarakter kuat. Dengan mengenalkan budayadaerah terhadap anak-anak usia pendidikan dasar, maka melalui gerakan cinta seni dan budaya tradisional, setiap anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi dengan identitas kuat sebagai bangsa yang bermartabat.

“Salah satu program Sekar Nusa adalah jelajah Budaya Nusantara yang diharapkan bisa memberikan oase sekaligus ikon gerakan edukasi bagi anak-anak. Pekan Budaya Kalimantan Timur Bersama 1000 Anak Sekolah Dasar ini merupakan kegiatan pertama kami,” tambahnya.

Dalam Pekan Budaya Dayak Kalimantan Timur itu, selama dua hari anak-anak mengikuti proses belajar dengan metode edutainment. Mereka dapat belajar dan bermain secara berkelompok meliputi kegiatan menjelejah Museum Nasional, membuat makanan kecil khas daerah Kalimantan Timur, mengenal dan membuat kerajinan khas masyarakat suku Dayak, serta mendengarkan cerita legenda yang bersifat mendidik.

Selain itu, masih ada kegiatan seperti menyanyikan lagu Burung Enggan, mengenalkan dan mencoba membunyikan alat music Sampe, serta ikut menarikan tari Enggang. Acara ini sekaligus menjadi sarana bagi anak untuk belajaar mengenal, memahami, belajar toleransi, sekaligus membangun kerjasama dengan teman-teman sebaya dari berbagai sekolah lainnya dalam upaya mengenal salah satu budaya daerah.

Pemerhati budaya Indonesia, Prof. Dr. Edi Sedyawati, menyambut baik kegiatan positif yang diadakan Sekar Nusa itu. Untuk itu, sebagai negara kepulauan yang kaya akan potensi alam, seni, dan nilai-nilai tradisional keberagaman yang dimiliki menjadi asset yang tak ternilai dan ciri khas bangsa Indonesia untuk terus maju dan tumbuh sebagai bangsa yang kuat.

“Mengutip pandangan Ki Hajar Dewantara, bahwa budaya nasional merupakan puncak dari kebudayaan daerah, jadi tugas kita bersama ikut melestarikan dan mengembangkan budaya daerah,” tegas mantan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional ini.

Melalui Pekan Budaya Kaltim Bersama 1000 Anak Sekolah Dasar ini, berarti kita ikut membangun karakter dan jati diri anak sebagai masa depan bangsa melalui kekayaan tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia. (tety)

Related posts

UMKM Serap 97 Persen Tenaga Kerja, Amin: Jokowi Harus Beri Perhatian Lebih ke UMKM

Akhir Tanjung

SOKSI Tetap Dukung ARB Jadi Presiden

Tety Polmasari

Presiden Senang PDB Koperasi Capai 4,48 Persen

Tety Polmasari

Leave a Comment