11.7 C
New York
11/05/2021
Aktual Ekonomi

KKP Terus Pantau Kasus Perbudakan ABK di Benjina

JAKARTA (Pos Sore) – Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Internasional Organization for Migration (IOM), terus memantau kasus perbudakan Anak Buah Kapal asing non Thailand yang dilakukan PT Pusaka Benjina Resource di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku.

”Saat ini para ABK asing non Thailand kami tampung di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual dan mereka diberi makan tiga kali sehari,” ujar Dirjen PSDKP KKP, Asep Burhanuddin, belum lama ini.

Asep memaparkan, selama masa penampungan di PPN Tual, kondisi para ABK non Thailand ini sebagian sudah mengalami stress, sakit, teriak-teriak, bahkan berkelahi sehingga sudah mengganggu keadaan sekitar.

”Kami berharap agar ABK ini cepat diambil oleh negaranya masing-masing,” tandas Asep.

Dari hasil verifikasi oleh masing-masing Kedutaan Besar yang dilakukan pada 8-10 April, terdapat 347 ABK yang terdiri dari 281 warga negara Myanmar, 58 orang dari Kamboja, dan 8 orang dari Laos.

Sementara itu, menurut laporan verifikasi IOM, ABK Myanmar yang menjadi korban trafficking sebanyak 47 orang. Sedangkan Kamboja 31 orang, dengan korban trafficking 30 orang dan bukan korban trafficking 1 orang, dan Laos sebanyak 8 orang. (tety)

Related posts

Rel Patah, Perjalanan KRL CL Tujuan Bogor dan Kota Tersendat

Tety Polmasari

Jumlah Koperasi Tidak Aktif Menurun

Tety Polmasari

PT Angkasa Pura I Siapkan 6 Bandara

Tety Polmasari

Leave a Comment