Pasek: SBY Lebih Pantas Jadi Dewan Pembina PD

Kamis, 7 Mei 2015

JAKARTA (Pos Sore)– Senator asal Bali, Gede Pasek Suardika mengatakan, ke depan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih pantas ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat daripada dibebankan tugas kembali sebagai ketua umum pada Kongres IV partai berlambang Bintang Mercy itu di Surabaya, 11-13 Mei mendatang.

Sebagai mantan presiden, SBY harus ditempatkan pada posisi paling terhormat di partai. Ia tidak perlu lagi menangani persoalan-persoalan teknis di partai.

“Menurut saya beliau lebih cocok jadi Dewan Pembina. Biarlah anak-anaknya belajar demokrasi,” kata Pasek, Kamis (7/5).

Hal itu, kata mantan Ketua Komisi III DPR RI ini, tertuang dalam AD/ART Partai Demokrat yakni pasal 62 yang menyebutkan ketua dewan pembina ditetapkan sementara untuk ketua umum didapat berdasarkan pemilihan kemudian penetapan. Dengan kata lain, Demokrat seharusnya membuka ruang kepada semua pihak untuk menjadi ketua umum.

“Kalau seperti ini tidak ada kompetensi. Lalu siapa yang jadi dewan pembinanya? Ya biarkan SBY jadi ketua dewan pembina. Ketua umumnya misal Syarief Hasan dan saya,” kata kader Partai Demokrat ini.

Pasek meminta agar jajaran di bawah SBY bisa patuhi itu. Pasek mendorong adanya kompetensi dalam partai berlambang mercy ini. Pasalnya ini baik untuk menghadapi kompetensi di luar partainya.

“Kalau anak-anaknya tidak dibuat ruang kompetensi gimana mau bertanding ke partai lain.” tukasnya.

Kendati rintangan cukup berat tetapi Pasek juga sampaikan akan tetap maju sebagai calon ketua umum untuk mewarnai demokrasi di internal partainya itu. Langkah yang ia lakukan juga dikarenakan mengkritisi Demokrat agar lebih baik lagi. Apalagi menurutnya, SBY bukan anti dikritik.

“Saya kritik karena saya cinta Demokrat. Saya kritik karena saya tahu SBY pasti dengar. Beliau tidak alergi kritik. Yang kena alergi kan bawahannya tapi bawa-bawa nama SBY,” jelas Pasek.

Pasek menepis tudingan bahwa dirinya merusak loyalis Susilo Bambang Yudhoyono dalam kongres.”Kenapa saya dibilang perusak atau perusuh Partai Demokrat, apa karena saya akan mencalonkan diri atau karena komentar saya yang mengkritik SBY sehingga dianggap perusuh,” kata dia.

Sebenarnya, kata Pasek, sebenarnya SBY tidak anti kritik. Tapi orang-orang yang ada di sekeliling SBY lebay, anti kritik dan sesungguhnya ingin berlindung di balik mantan orang nomor satu di Indonesia itu.

Diungkapkan, dari sejarah Partai Demokrat, ketua umum partai itu hanya satu periode. Karena itu kalau sampai SBY dua periode atau lebih jadi ketua umum maka dia akan memecahkan rekor.

Pasek bertekad tetap maju sebagai calon ketua umum sebagai upaya perubahan di partainya. Dia bertekad merekatkan kembali keretakan yang terjadi di partainya.

“Niat saya maju di kongres karena saya ingin menjadi perekat,” demikian Pasek. (akhir)