17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual

Gaji TKI Malaysia Bakal Naik

JAKARTA (Pos Sore) — Pemerintah Indonesia mengusulkan kenaikan gaji bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang bekerja di sektor domestic sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) dari 700 ringgit menjadi 1.200 Ringgit Malaysia.

Indonesia juga mengusulkan beban TKI untuk pembiayaan penempatan (cost structure) ke Malaysia menjadi “0” dan meminta pengguna (majikan) menanggung seluruhnya biaya penempatan TKI.

Usulan mengenai kenaikan gaji dan penghilangan cost structure itu menjadi salah satu point pembicaraan bilateral RI-Malaysia dalam Joint Working Group (JWG) ke-10 yang diselenggarakan di Putrajaya, Kuala Lumpur Malaysia pada 13 Mei 2015 lalu.

“Dalam pertemuan JWG pekan lalu, Pemerintah Indonesia meminta peningkatan aspek perlindungan bagi TKI dan adanya tingkat kesejahteraan bagi TKI melalui kenaikan gaji, “ kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, Rabu (20/5).

Pertemuan JWG ke-10 yang diawali pertemuan teknis dalam bentuk Joint Task Force (JTF) ke-5 ini digelar dalam rangka implementasi MOU RI-Malaysia di bidang rekruitmen dan penempatan TKI sektor domestik ke Malaysia.

Delegasi Indonesia dipimpin Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kemnaker DR Reyna Usman sedangkan Delegasi Malaysia dipimpin Sekjen Kementerian Sumber Manusia Malaysia H. E. Datuk Seri Hj. Saripuddin Hj. Kasim.

Menaker Hanif mengatakan usulan kenaikan kenaikan gaji TKI dari RM700 menjadi RM1.200 diharapkan akan mendorong jumlah penempatan TKI prosedural dan mengurangi TKI non-prosedural ke Malaysia. Selama ini gaji TKI di Malaysia relatif kecil dibandingkan dengan gaji TKI di negara tetangga lainnya seperti Singapura, Hong Kong, Taiwan.

“Di samping itu upah minimum di Indonesia juga telah cukup tinggi sehingga penempatan TKI ke Malaysia dengan gaji RM700 menjadi kurang menarik. Oleh karena itu dibutuhkan adanya kenaikan gaji,” kata Hanif

Sejak Moratorium dibuka pada 2011 hingga saat ini penempatan TKI sektor domestik melalui prosedur MoU/Legal sebesar sekitar 4.600 orang, sedangkan TKI non-prosedural sekitar 105.000 orang.

Terkait usulan masalah cost structure, kata Hanif, dilakukan untuk menghindari pemotongan gaji kepada TKI yang sulit dikontrol dan juga dapat mendorong antusias TKI untuk bekerja ke Malaysia.

Harga penempatan yang berlaku di pasar untuk penempatan TKI sektor domestik yang dibayar majikan kepada agen di Malaysia saat ini mencapai RM10.000 – RM12.000. Hal ini menunjukkan kemampuan majikan Malaysia untuk membiayai seluruh proses penempatan sesuai cost structure RM7.800 (RM1800 ditanggung TKI + RM6.000 ditanggung majikan). (hasyim)

 

 

Related posts

Varietas Kedelai BATAN, Solusi Kelangkaan Kedelai di Indonesia

Tety Polmasari

Komite Mata Nasional Bertekad Turunkan Jumlah Penderita Katarak

Tety Polmasari

Indonesia Darurat Narkoba dan Koruptor

Tety Polmasari

Leave a Comment