11.8 C
New York
06/05/2021
Aktual

Menristek – Gubernur Jabar Kembangkan Iptek Agribisnis Terpadu

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Kedua pihak sepakat bersama-sama menerapkan Iptek Agribisnis Terpadu Berbasis Keanekaragaman Hayati di Jawa Barat.

”Semua pihak mendukung adanya kerjasama ini karena teknologi pangan harus terus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan produksi pangan nasional. Salah satunya, Jawa Barat adalah penghasil daging sapi nasional karena memiliki lingkungan yang cocok untuk peternakan sapi,” kata M. Nasir di Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa (19/5).

Melalui kerjasama ini akan dilakukan penerapan dan peningkatan agribisnis pertanian terpadu berbasis peternakan di Jawa Barat, dengan fokus pada pengembangan sapi unggul. Sebagai langkah awal akan dilakukan penelitian dan produksi bibit sapi unggul di PT. KAR.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, menambahkan, melalui kerjasama ini juga dilakukan peningkatan populasi dan mutu genetik ternak melalui aplikasi IB sexing, pelestarian plasma nutfah dan perbaikan mutu genetik sapi Pasundan, serta pengembangan kawasan agribisnis terpadu berbasis pertanian dan peternakan.

”Ada juga pelatihan untuk meningkatkan kompentensi sumberdaya manusia bidang agribisnis terpadu berbasis pertanian dan peternakan,” katanya.

Direktur PT. KAR Karnadi menjelaskan, produksi sperma sexing menggunakan pejantan unggul sapi potong dan perah serta sapi pasunda yang dipelihara di peternakan PT. KAR. Koleksi sperma menggunakan vagina buatan, selanjutnya dianalisa kualitasnya. Sperma yang memenuhi syarat selanjutnya diproses untum dilakukan pemisahan jantan dan betina (sexing), lalu dibekukan sesuai prosedur.

”Seleksi, sinkronisasi dan IB sexing dilakukan oleh tim UPT sapi Potong Cijenjing, Jawa Barat dalam rangka peningkatan populasi dan mutu genetik ternak serta pelestarian plasma nutfah sapi Pasundan. Sperma yang digunakan adalah sperma yang telah diproduksi di PT. KAR,” jelasnya.

Sedangkan agribisnis, peternakan dan pengolahan hasil dilakukan dengan konsep pertanian terpadu berbasis peternakan. Kegiatan ini memanfaatkan fasilitas yang ada di Agrotechnopark (ATP) Cikadu, Jawa Barat.

”Kegiatan penerapan dan peningkatan agribisnis pertanian terpadu berbasis peternakan Jawa Barat ini akan melahirkan UKM dan IKM yang selanjutnya dilakukan pembinaan berupa pelatihan-pelatihan dan pendampingan. Kalau ada komitmen bersama, akan terealisasi Jawa Barat menjadi lumbung pemenuhan daging sapi nasional,” tambah Menristekdikti. (tety)

Related posts

Pemerintah Baru Wajib Perluas Akses Rakyat

Tety Polmasari

Panwaslu Bakal Proses Apel Siaga Kader PKS di Bandung

Tety Polmasari

Genangan Ganggu Angkutan Jakarta

Tety Polmasari

Leave a Comment