21 C
New York
14/06/2021
Aktual

Dianiaya Debt Collector, Artis Boy Sandi Lapor Polisi

JAKARTA (Pos Sore) – Pemain sinetron dan bintang iklan, Boy Sandi, melaporkan tindakan penganiayaan yang dialaminya kepada Polresta Bekasi. Pada Minggu (17/5), pria ini dipukuli dan dicekik oleh debt collector yang mewakili PT Olimpindo Multi Finance atau OMF.

Tindakan anarkis itu terjadi lantaran Boy dituding menunggak pembayaran cicilan mobilnya. Ketika ia baru saja ke luar dari rumah dengan menaiki taksi, tiba-tiba dihadang para pelaku. Ia diseret ke luar dari taksi, lalu dipukuli tanpa memberi kesempatan pada dirinya untuk memberikan penjelasan. Untungnya ada sejumlah orang yang memisahkan dan membantu saya. Mereka yang membantu saya itu adalah tukang warung dan ojek yang mangkal didekat rumah.

Roy Mardogan Maruli, SH dan Hamzah Fansyuri, SH., advokat dan konsultan hukum pada Hamzah Fansyuri Office, kuasa hukum Boy Sandi mengatakan, kliennya telah mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Frangky Ronaldo dan tiga orang lainnya berdasarkan alat bukti berupa visum dan sejumlah saksi saat kejadian pemukulan berlangsung.

“Klien kami telah mengalami tindakan pidana kekerasan yang dilakukan secara sengaja dan berencana. Akibatnya, korban mengalami luka memar dan trauma. Kami juga telah melaporkan hal itu pada pihak Polresta Bekasi usai kejadian berlangsung,” kata Roy Mardogan, Rabu (20/5).

Laporan yaitu pada Senin (18/5) dan tindak pemukulan pada Minggu (17/5) malam. Pihak Polisi pun telah turun ke lapangan untuk mengadakan peninjauan dan pengumpulan alat bukti berupa sejumlah saksi yang melihat serta mengambil alat bukti lainnya berupa hasil visum.

Hamzah Fansyuri, SH., menambahkan selain akan mengajukan tuntutan pidana, pihaknya pun berencana akan menuntut OMF secara Perdata berdasarkan kontrak perjanjian pembelian mobil yang dilakukan Boy Sandi bersama OMF.

“Dalam kontrak kerjasama pembelian mobil secara angsuran, itu disebutkan ada perjanjian jika pembeli belum bisa membayar dan jatuh tempo maka ada surat pemberitahuan yang mengingatkan si pembeli agar segera membayar lalu kena denda. Sedangkan, saat kejadian pemukulan itu pada hari Minggu dan jatuh tempo pada hari Senin,” ungkapnya.

Artinya, belum jatuh tempo pembayaran meski sudah telat mencicil namun sudah ditagih paksa dan penagihan dilakukan dengan tindak kekerasan serta tidak membawa surat teguran yang harusnya dilengkapi sesuai dasar kerjasama kontrak pembelian. “Karena itulah kami pun akan menggugat pihak OMF secara perdata selain gugatan pidana,” tambahnya.

Boy Sandi mengakui dirinya telah menunggak cicilan lantaran kesibukannya, bukan karena tak sanggup membayarnya. “Saya pasti bayar kok, mereka (pihak OMF) kan tahu di mana alamat rumah saya dan aktifitas saya,” papar Boy Sandi membela diri. (tety)

Related posts

KKP Tingkatkan Kapasitas SDM Pelaut Perikanan

Tety Polmasari

Presiden Jokowi: Pembangunan Pesisir Ibukota Jadi Jawaban Jakarta

Tety Polmasari

Hipertensi Dibaratkan WIL/PIL

Tety Polmasari

Leave a Comment