Kowani Fair 2015

Menteri Yambise: Perempuan Berperan Tingkatkan Kemandirian Bangsa

Kamis, 21 Mei 2015

IMG-20150521-09076

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise, mengatakan, kaum perempuan sangat berperan dalam membangun dan meningkatkan kualitas hidup bangsa. Mengapa, karena sekitar 40% penduduk Indonesia adalah perempuan, dan selebihnya kaum pria.

“Jumlah perempuan Indonesia sekitar 40% dan sebanyak 30% jumlah anak-anak. Jadi sebanyak 70% dari penduduk Indonesia menjadi bagian dari tanggung jawab Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Jadi dibutuhkan dukungan masyarakat dan organisasi seperti Kongres Wanita Indonesia atau Kowani,” katanya saat membuka Kowani Fair 2015 bertema ‘Memperkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan Dalam memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)’, di gedung Smesco UKM/RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UKM), Kamis (21/5).

Karena itu, pihak berharap penyelenggaraan Kowani Fair konsisten diadakan setiap tahun, mengingat dari even itu dapat memberdayakan kaum perempuan dengan keahlian yang dimilikinya. Sebagian besar peserta yang mengikuti Kowani Fair yang rutin diadakan sejak tahun 2000 itu, adalah pelaku UKM, yang juga organisasi anggota Kowani.

Ini menandakan perempuan ikut berperan dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabil. Kesiapan kaum perempuan dalam bersaing dengan negara-negara lain, terutama dalam persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), memang dibutuhkan komitmen bersama. Tidak saja oleh pemerintah. Bersama-sama berkonsentrasi meningkatkan kapasitas produk-produk Indonesia.

“Meski harus diakui kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tiap tahun meningkat. UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga belum cukup mampu membuat pelakunya jera. Kepedulian organisasi kemasyarakatan, jelas sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo, Kongres Wanita Indonesia adalah federasi dari 86 organisasi wanita tingkat pusat yang merupakan wadah berhimpunnya organisasi wanita di Indonesia, yang terdiri dari organisasi profesi, keagamaan, sosial dan kemasyarakatan.

Sejak didirikan pada 22 Desember 1928, Kowani senantiasa berperan aktif dalam mewujudkan pengembangan dan kemajuan perempuan Indonesia di setiap sektor dalam mendukung pembangunan ekonomi, sosial budaya, pendidikan, hukum, kesehatan danpolitik, untuk kesejahteraan sebagai kontribusi positi kepada negara.

“Dalam rangka memperkuat ekonomi nasional, Kowani concern mendukung, memfasilitasi dan memberdayakan pertumbuhan ekonom imasyarakat. Tiga hal yang saat ini menjadi perhatian. Pertama, peningkatan pemahaman ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi, pembinaan usaha kecil tradisional dan sektor informal. Kedua, meningkatkan pemberdayaan wanita di bidang ekonomi sebagai pelaku usaha. Ketiga, meningkatkan kewirausahaan dan pemberdayaan UKM dan ekonomi kreatif.

Giwo menambahkan, dalam Kowani Fair ini juga memperlihatkan bahwa perempuan dapat menjadi tulang punggung perekonomian bangsa karena sekitar 80% pelaku UMKM Indonesia adalah perempuan. Melihat ini, pentingnya pembinaan dan dorongan bagi perempuan sebagai pelaku usaha.

Sebanyak 120 stand fashion dan 20 stand kuliner memeriahkan Kowani Fair 2015. Berbagai kegiatan juga ikut menyemarakkan even itu seperi seminar nasional, talk show, dan fashion show. Selain itu, ada juga perlombaan tari, busana, dan dance, serta lomba kreatifitas anak. (tety)