11.8 C
New York
06/05/2021
Aktual Ekonomi

Pelaku UKM Kowani Dapat Pelatihan dari Kementerian Agraria

JAKARTA (Pos Sore) — Kegiatan ‘Kowani Fair 2015’ yang berlangsung selama 21-24 Mei di Gedung SME Tower UKM Indonesia, Jakarta, bisa dikatakan sukses dan memuaskan. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang berkunjung pada even tahunan itu. Omsetnya pun mencapai lebih dari Rp5 miliar.

“Tujuan Kowani Fair untuk memfasilitasi perempuan dalam hal pemasaran, meningkatkan kualitas produk unggulan dan melakukan sinergi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean mendapat respon positif dari masyarakat pengunjung dan pelaku usaha perempuan itu sendiri,” kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dr. Ir. Giwo Rubianto, pada penutupan Kowani Fair 2015, Minggu (24/5).

Giwo menuturkan pengusaha perempuan umumnya mengharapkan agar kegiatan ini terus digelar setiap tahun. Mereka menyadari even seperti ini bisa meningkatkan produksi, pemasaran dan koordinasi satu sama lain.

Selain meningkatkan pendapatan, di pameran ini, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mayoritas adalah perempuan juga mendapatkan pelatihan dan edukasi. Seperti yang diberikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional tentang aset yang dimiliki anggota Kowani. Pelaku usaha perempuan ini juga mendapat pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan mengenai dasar berwirausaha.

Dalam pameran yang diikuti 86 organisasi perempuan di bawah Kowani, para pengusaha perempuan memamerkan berbagai produk unggulannya. Mulai dari beragam batik, tenunan berbagai daerah, tas buatan tangan, aksesoris dari berlian maupun batu-batuan hingga aneka kuliner bercita rasa nusantara. Semua produk berkualitas dengan harga kompetitif ini hasil karya asli perempuan Indonesia.

Giwo menandaskan, produk-produk perempuan inilah yang berperan meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, bahkan perekonomian nasional. Produk ini pulalah yang akan bersaing di pasar bebas Asean nanti.

“Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kreatifitas perempuan ini. Misalnya dengan memudahkan akses permodalan bagi pelaku UMKM yang 80% dikelola perempuan. Dengan modal yang memadai, pelaku UMKM bisa meningkatkan kualitas produksinya sehingga berdaya saing dengan negara lain,” tegasnya. (tety)

Related posts

80% Bahan Baku Susu dari Impor

Tety Polmasari

Tim Transisi Investigasi Penyimpangan Dana Sepakbola

Tety Polmasari

Indonesia Butuh Generasi Entrepreneur

Tety Polmasari

Leave a Comment