Teknologi Antariksa Sukseskan Perencanaan Pembangunan

Senin, 1 Jun 2015

JAKARTA (Pos Sore) –- Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Prof. Thomas Djamaluddin, mengatakan pembangunan berkelanjutan memerlukan perencanaan yang detail dan matang. Untuk itu, diperlukan data dan informasi yang akurat, mutakhir, dan menyeluruh untuk mendukung perencanaan itu.

“Teknologi antariksa berperan dalam menyediakan data dan informasi tersebut. Contoh pemanfaatan teknologi antariksa dalam pembangunan yaitu satelit penginderaan jauh. Data satelit dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk sektor perikanan, pertanian, perkebunan, perkotaan, dan perpajakan,” katanya, usai penandatanganan dengan sejumlah pihak, di kantor pusat Lapan, Jakarta, Senin (1/6).

Dikatakan, dalam perencanaan pembangunan, data dari satelit penginderaan jauh tersebut dapat digunakan untuk membangun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Selain itu, data satelit juga akan mampu mengidentifikasi objek tutupan lahan sehingga dapat menyediakan informasi yang menyeluruh bagi kebutuhan perencanaan pembangunan daerah.

Untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi antariksa dalam perencanaan pembangunan, beberapa pemerintah daerah pun menjalin kerjasama dengan lembaga itu. Yaitu, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Pinrang, dan Pemerintah Kabupaten Tabalong.

LAPAN juga akan melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan berbagai instansi untuk mendukung pembangunan nasional, yaitu Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan, PT Mandiri Mitra Muhibah, dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Kerjasama itu mencakup pemanfaatan pesawat tanpa awak buatan LAPAN.

“Pesawat tanpa awak tersebut contohnya akan dimanfaatkan untuk pemantauan pertanian dan pengelolaan pantai,” katnya.

Selain bekerja sama dalam pemanfaatan teknologi antariksa untuk perencanaan pembangunan, LAPAN juga menggandeng perguruan tinggi untuk melaksanakan penelitian di bidang teknologi penerbangan dan antariksa. Perguruan tinggi yang akan bekerja sama yaitu Universitas Udayana, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Gadjah Mada. (tety)