Standard Chartered Bank Siap Layani Bisnis Skala Menengah di Indonesia

Kamis, 2 Jul 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Standard Chartered Bank (StanChart) siap melayani perusahaan menengah di Indonesia, khususnya perusahaan yang ingin melakukan ekspansi ke Asia, Afrika dan Timur Tengah melalui jaringan internasional. Tentunya melalui jaringan dan infrastruktut yang luas dan layanan yang komprehensif.

“Dengan pengalaman lebih dari 150 tahun di paasar Asia, Afrika, dan Timur Tengah, Standard Chartered Bank menawarkan akses ke negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi,” kata Head of Commercial Clients Standard Chartered Bank Indonesia, Irvan Noor, dalam diskusi panel dengan topic ‘Tantangan dan Peluang dalam Mengembangkan Sektor Perusahaan Menengah di Indonesia’, Senin (29/6).

Ia menegaskan, pihaknya melakukan hal itu untuk memudahkan nasabah yang ingin mengembangkan perusahannya ke pasar internasional dengan jaringan kuat. Nasabah akan dimudahkan dengan solusi perbankan yang menyeluruh dengan tim sesuai segmen, yaitu Middle Market, Medium Enterprises dan Cash.

“Melalui layanan nasabah sektor korporasi berskala menengah, kami yakin Standard Chartered Bank Indonesia dapat turut ambil bagian dalam mendukung upaya pemerintah untuk meperkuat struktur ekonomi dan meningkatkan ekspor. Tentunya dengan keahlian utama kami dalam hal jaringan internasional di negara-negara Asia, Afrika dan Timur Tengah,” tambahnya.

Dalam hal layanan, kata dia, Standard Chartered Bank juga menyediakan empat layanan komprehensif untuk memenuhi kebutuhan nasabah komersial. Pertama, Working Capital yaitu rekening koran, pengelolaan likuiditas, layanan transaksional dan aliansi jaringan dengan bank internasional.

Kedua, Bussineas Expansion yaitu pinjaman investasi, produk corporate finance dan solusi lintas negara. Ketiga, Bussines Protection yaitu foreign exchange, solusi hedging, asuransi dan layanan hasil riset. Terakhir, Yield Enhancement yaitu Wealth Management untuk Bonds dan Reksa Dana.

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi panel ini adalah Senior Economist Standard Chartered Bank Indonesia, Alexander Eric Sugandi, Hardi Sasmita Presiden Direktur PT Makmur Meta Graha Dinamika, dan Witjaksono Komisaris PT Dua Putra Utama Makmur. (tety)